Loading... 0%

Berkenalan dengan Titrasi Permanganometri
Titrator

Berkenalan dengan Titrasi Permanganometri

Ditulis Oleh: Hyprowira | Diterbitkan pada 19 May 2021 | Dimodifikasi terakhir pada 19 May 2021

Titrasi permanganometri adalah salah satu jenis titrasi larutan kimia. Titrasi sendiri adalah metode kimia yang cukup sering terdengar, termasuk saat Anda masih di bangku sekolah atau sekarang bekerja di bidang kesehatan hingga industri. Titrasi merupakan metode kimia yang dipakai sebagai penentu konsentrasi larutan. Di dalam artikel ini, Anda akan berkenalan lebih jauh dengan titrasi permanganometri.

Titrasi permanganometri ini digunakan untuk mengetahui tingkat pH dari zat kimia tertentu. Fungsi yang umum seperti metode titrasi lainnya. Namun, khusus di metode jenis ini, digunakan zat pereaksi tertentu sebagai tolok ukur pengukuran. Agar Anda tidak lagi bingung, Anda bisa membaca ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Titrasi Permanganometri

Tidak terlalu berbeda jauh definisinya dengan definisi umum titrasi itu sendiri. Titrasi permanganometri ini adalah jenis atau metode titrasi yang menggunakan kalium permanganat (KMnO4) sebagai dasar reaksi. Tidak heran jika kemudian dinamakan permanganometri. Fokus reaksi reduksi serta oksidasi dilihat antara bahan baku yang diukur bersama kalium permanganat ini.

Mungkin Anda pernah mendengar tentang kalium permanganat. Selain menjadi agen pengoksidasi, zat yang satu ini adalah juga senyawa kimia anorganik yang cukup dikenal sebagai obat dalam dunia medis. Kalium permanganat sendiri kerap dijadikan bahan untuk membersihkan luka serta dermatitis.

Metode titrasi yang menggunakan kalium permanganat sebagai pereaksi sudah digunakan cukup lama. Sudah lebih dari satu abad orang-orang menggunakan metode titrasi permanganometri ini. Wajar saja karena metode titrasi secara umum sendiri sudah diperkenalkan sejak tahun 1845 oleh seorang ahli kimia dari Prancis, Etienne Ossian Henry. 

Baca juga: Pengertian, Cara Kerja, dan Jenis Titrasi Asam Basa

Indikator Permanganometri

Sama seperti metode titrasi yang lain, di dalam permanganometri juga terdapat indikator. Indikator inilah yang berfungsi sebagai penanda reaksi. Jadi, saat Anda menerapkan metode permanganometri Anda bisa mengetahui status reaksi dari indikator ini. Umumnya, proses titrasi permanganometri ini dilakukan secara langsung. Metode dilakukan dengan menggunakan alat yang dapat dioksidasi seperti besi, garam atau asam oksalat, dan seterusnya.

Permanganometri yang menggunakan kalium permanganat tadi dianggap sebagai metode yang paling ekonomis. Ini dikarenakan dalam prosesnya Anda tidak memerlukan indikator eksternal. Indikator dibutuhkan hanya pada saat menggunakan larutan yang sangat encer. Itu sebabnya juga permanganometri dikenal dengan metode yang memiliki autoindikator.

Titrasi permanganometri disebut memiliki autoindikator karena kalium permanganat yang digunakan dapat berubah warna tergantung jenis reaksinya. Ini akan lebih memudahkan Anda nantinya dalam proses titrasi. Satu tetes saja permanganat dapat membuat larutan yang sedang diproses titrasi berubah warnanya menjadi warna merah muda terang yang terlihat sangat jelas. Saat larutan berubah warna menjadi merah muda, ini berarti pereaksi yang digunakan jumlahnya berlebihan.

Baca juga: Pengertian Titrasi Potensiometri Beserta Fungsinya

Sifat Kalium Permanganat

Perlu Anda ketahui bagaimana sifat kalium permanganat. Zat pereaksi yang satu ini adalah oksidator kuat. Terutama dalam larutan yang punya ketiga sifat ini, yakni larutan yang bersifat basa lemah, netral, juga asam lemah. Sebaliknya, pada larutan yang sifatnya basa kuat, ion-ion dari permanganat dapat mengalami reduksi.

Reduksi permanganat dalam larutan basa kuat ini akan direduksi menjadi ion manganat (Mn2+). Saat mengalami reduksi ini, seperti yang sudah dibahas tadi, larutan akan berubah warna. Dalam kondisi tereduksi menjadi ion manganat, warna yang muncul adalah warna hijau. Untuk metode titrasi ini sendiri, sangat disarankan untuk menggunakannya saat akan memeriksa konsentrasi larutan yang bersifat asam kuat. Alasannya agar tidak terjadi reaksi bolak-balik tetapi bisa langsung terjadi reaksi yang diinginkan. Ini dikarenakan potensial elektroda dalam larutan yang sangat dipengaruhi oleh pH larutan itu sendiri.

Dalam proses melakukan metode titrasi ini sudah tentu Anda akan membutuhkan beberapa alat titrasi. Alat-alat yang umum akan Anda butuhkan antara lain pipet volume, labu takar, tabung erlenmeyer, statif, buret, karet penghisap, dan seterusnya. Beberapa proses titrasi juga menyertakan katalis untuk mempercepat reaksi, tetapi tentunya tergantung juga dengan kebutuhan.

Itu dia beberapa hal dasar yang perlu diketahui tentang salah satu jenis titrasi ini. Keunggulannya karena memiliki sifat autoindikator bisa dijadikan pertimbangan saat Anda hendak memilih jenis atau metode titrasi ini. Berikutnya, Anda tinggal menyiapkan lebih rinci langkah pengujian dengan metode titrasi permanganometri ini.

Baca juga: Cara Titrasi Karl Fischer yang Harus Anda Pahami

51833x dilihat

Artikel Lain

Apa Itu yang Dimaksud dengan Titrasi
titrasi iodometri
Titrasi Potensiometri
titrasi kompleksometri
Pengertian, Cara Kerja, dan Jenis Titrasi Asam Basa

Kami senang mendengar dari anda!

Hubungi kami melalui formulir dibawah :

Nama *
Perusahaan *
Email *
Nomor HP
Pesan *