Titrasi Potensiometri
Titrator

Apa Itu Titrasi Potensiometri dan Fungsinya

Ditulis Oleh: Hyprowira | Diterbitkan pada 13 February 2020 | Dimodifikasi terakhir pada 13 February 2020

Titrasi potensiometri adalah salah satu teknik dalam kimia yang digunakan untuk mengukur konsentrasi suatu bahan sampel yang memiliki fungsi potensial yang terkandung dalam sel elektrokimia. Dalam dunia kimia, teknik ini seringkali digunakan untuk menentukan titik ekuivalensi dalam titrasi yang merupakan instrumen pengganti indikator visual. Hal ini karena titrasin potensiometri memiliki tingkat ketelitian yang lebih tinggi dari titrasi visual, sehingga hasil yang didapatkan pun akan lebih maksimal.

 

Prosedur Titrasi Potensiometri

 

Dalam melakukan proses titrasi potensiometri, biasanya diperlukan alat-alat seperti electrode pembanding, alat pengukur potensial yang disebut dengan titrator, dan electrode indicator sebagai penanda proses penghitungan. Sedangkan, alat pengukur potensial ini dapat berupa alat ukur pH meter atau alat potensiometer. Pada alat potensiometer, penghitungan akan dilakukan setiap adanya penambahan titran. Saat nilai potensial sudah relatif stabil dan tidak berubah meskipun sudah dilakukan penambahan titran, maka penambahan titran bisa dihentikan.

 

Pengukuran Hasil Titrasi Potensiometri dan Fungsinya

 

Titrasi potensiometri dapat diukur dengan membuat kurva perbandingan antara potensial (volt) dengan volume mililiter titran. Hubungan yang terjadi antara potensial sel dengan konsentrasi volume cairan ini juga dapat dihitung menggunakan persamaan nerst. Persamaan nerst ini adalah persamaan yang terdapat dalam tekanan dan konsentrasi suatu larutan electrode (katode dan anode). Cara penghitungannya adalah jumlah potensial sel dikurangi dengan jumlah elektron dibagi dengan koefisien reaksi antara produk kanan dan reaktan per reaktan.

Sedangkan, pada alat titrasi potensiometri yang melibatkan ion H+ dalam larutannya dilakukan pengukuran tambahan menggunakan pH meter, yakni alat pengukur yang menggunakan electrode indicator berupa electrode membrane. Terdapat electrode pembanding berupa gelas kalomel yang dicelupkan dalam larutan yang akan diukur. Titrasi potensiometri berfungsi untuk mengukur titrasi-titrasi redoks, kompleksometri, asam basa, dan pengendapan.

 

Produk Titrator Mettler Toledo Indonesia

 

Salah satu mesin titrator yang beredar di pasaran dan memiliki kualitas yang tidak perlu diragukan lagi adalah Titrator Compact Potensiometrik yang dikeluarkan oleh Mettler Toledo Indonesia. Alat ini dirancang khusus agar penggunaannya sederhana dan mudah untuk dioperasikan. Titrator Compact Potensiometrik yang memiliki fungsi beragam ini dapat menentukan total acid number, yakni jumlah kandungan asam yang terkandung dalam phosphate ester fluid pada turbine hydraulic control.

 

Cara Menggunakan Titrator Otomatis Mettler Toledo

 

Titrator harus diaktifkan dan akan memasuki mode “pra-titrasi” terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar penyimpangan berlebih seperti adanya kelembaban dapat dideteksi terlebih dahulu dan dibuang sebelum menambahkan larutan titran. Kemudian, setelah titrator selesai melakukan proses pra-titrasi dan penyimpangan telah terukur rendah, titrator akan beralih pada mode “siap”.  Selanjutnya, Anda dapat memasukkan larutan yang akan diuji coba ke dalam bejana pada titrator. Titrator kemudian akan menambahkan semua nilai kadar air selama pengujian.

Untuk melakukan penentuan titran, Anda dapat melakukan beberapa langkah yakni dengan menentukan standar utama, memasukkan volume sampel kemudian melakukan standarisasi titran dan memilih tanda centang. Anda juga bisa menggunakan berbagai macam reagen seperti etanol, metanol, reagen KF untuk keton, dan reagen tambahan seperti formamida atau kloroform. Anda juga dapat menggunakan alat ini untuk menentukan bobot sampel dengan mudah sebelum dilakukan pengujian jumlah kandungan asam dalam sampel tersebut. Anda bisa menghubungi Hyprowira yang merupakan distributor resmi Titrator Mettler Toledo di Indonesia.

15600x dilihat