Pengertian, Cara Kerja, dan Jenis Titrasi Asam Basa
Titrator

Pengertian, Cara Kerja, dan Jenis Titrasi Asam Basa

Ditulis Oleh: Hyprowira | Diterbitkan pada 18 May 2021 | Dimodifikasi terakhir pada 18 May 2021

Jika Anda mempelajari Kimia di bangku SMA, Anda mungkin familiar dengan istilah titrasi asam basa. Titrasi sendiri digunakan untuk menganalisis kimia kuantitatif yang merupakan suatu metode laboratorium umum. Umumnya, metode ini dipakai untuk menentukan seperti apa konsentrasi titran yang belum diketahui. Proses titrasi pada dasarnya dipakai dalam penghitungan sifat sebuah larutan.

Pengertian Titrasi Asam Basa

Titrasi asam basa adalah suatu metode analisa kimia yang kerap digunakan secara kuantitatif di laboratorium. Prosedur ini digunakan untuk menentukan kadar suatu asam basa atau kemolaran yang didasarkan pada reaksi netralisasi.
 
Titrasi asam basa berfungsi menentukan reaktan dan konsentrasi. Perlu Anda ketahui, terdapat titran sebagai larutan yang telah diketahui dan titran yang nantinya akan ditentukan titrasinya dalam dalam proses titrasi yang berlangsung.
 
Untuk melakukan proses titrasi, peralatan yang kerap dipakai adalah titrasi meter. Seperti yang mungkin telah Anda ketahui, kemolaran akan menunjukkan jumlah mol zat yang larut dari setiap liter larutan dan dapat dipakai dalam menentukan pengenceran sebuah larutan.
 
Penting juga bagi Anda untuk mengetahui beberapa istilah dalam titrasi asam basa, di antaranya:

1. Pentiter. Dalam menentukan kemolaran  suatu asam-basa, pentiter adalah zat yang mentitrasi
2. Titik akhir titrasi. Ini adalah titik ketika terjadinya perubahan warna pada indikator asam-basa
3. Titik ekuivalen. Ini adalah titik ketika asam-basa tepat habis bereaksi

Baca juga: Pengertian Titrasi Potensiometri Beserta Fungsinya

Cara Kerja Titrasi Asam Basa

Larutan asam basa dalam ilmu kimia kerap digunakan untuk menentukan nilai pH atau derajat keasaman larutan. Cara kerjanya, zat yang bersifat asam akan dititrasi menggunakan larutan basa yang telah diketahui konsentrasinya. Proses ini juga bisa diterapkan sebaliknya, yakni zat yang bersifat basa dititrasi menggunakan larutan asam yang sudah diketahui konsentrasinya.
 
Karena menerapkan prinsip reaksi asam basa, titrasi asam basa akan menghasilkan reaksi penetralan berupa garam dan air dengan pH netral (7) saat senyawa asam dan basa direaksikan. Di samping untuk menentukan molalitas larutan yang konsentrasinya tidak diketahui, titrasi asam basa juga dipakai untuk menentukan persentase massa zat terlarut dalam sebuah larutan tertentu.
 
Ditambah lagi, metode ini dapat dipakai dalam menemukan besaran persen kemurnian dari unsur-unsur kimia. Bisa juga dipakai untuk melakukan tes bagi aktivitas buffering. Titrasi asam basa ini merupakan aplikasi yang digunakan untuk proses tes gula darah, nutrisi, tes kehamilan, analisis air limbah, dan pengujian air pada laboratorium.
 
Adapun langkah-langkah cara kerja titrasi asam basa adalah sebagai berikut:

1. Jika Anda ingin menentukan senyawa yang tidak diketahui kadarnya, Anda perlu terlebih dahulu mengetahui sifat asam zat tersebut dengan mengukur pH-nya.
2. Setelah mengetahui sifat zat yang kadarnya akan diukur, selanjutnya mari tentukan larutan yang akan dipakai dalam proses titrasi zat tersebut. Anda bisa menggunakan larutan asam atau basa.
3. Alat gelas yang disebut buret umumnya dipakai dalam proses titrasi. Buret merupakan tabung yang sudah melalui proses kalibrasi secara vertikal dan akan ditangguhkan menggunakan sumbat tepat di bagian dasarnya.
4. Buret dipakai untuk melihat perubahan volume titran sebelum dan sesudah digunakan untuk titrasi. Volume titran yang semakin banyak digunakan menunjukkan tingkat konsentrasi yang semakin tinggi.
5. Dalam proses titrasi ini, buret berfungsi membantu mengatur aliran cairan ke dalam labu. Ketika cairan mengalir ke dalam labu, akan terjadi perubahan warna maka indikator pH menjadi merah muda atau metil orange.
6. Kemudian, larutan yang telah diketahui kadarnya ditambahkan dalam zat yang diuji secara perlahan untuk mendapatkan reaksi penetralan.
7. Jika larutan campuran tersebut memiliki pH netral, itu tandanya semua zat sampel sudah bereaksi terhadap larutan yang digunakan dalam proses titrasi.

Baca juga: Cara Titrasi Karl Fischer yang Harus Anda Pahami

Jenis Titrasi Asam Basa

Untuk jenisnya, titrasi asam basa terdiri dari dua jenis, yaitu asidimetri dan juga alkalimetri. Titrasi asam basa jenis asidimetri merupakan cara menghitung konsentrasi larutan basa dengan  memakai larutan baku asam. Sedangkan, titrasi asam basa jenis alkalimetri adalah cara menghitung penentuan konsentrasi larutan asam dengan memakai larutan baku basa.
 
Itulah informasi tentang titrasi asam basa yang perlu untuk Anda ketahui. Jika Anda membutuhkan perangkat yang tepat untuk analisis, Anda bisa menggunakan karl fischer mettler toledo yang bisa Anda dapatkan di Hyprowira. Semoga informasi mengenai titrasi asam basa di atas bisa membantu Anda!
 
Baca juga: 4 Faktor yang Mempengaruhi PH

10886x dilihat