Apakah Anda mengetahui prinsip kerja neraca analitik? Alat ini sangat penting di dalam laboratorium untuk mendukung proses penelitian dan uji coba lainnya. Tanpa perlu berlama-lama lagi, berikut ulasan selengkapnya.
Mengenal Neraca Analitik
Sebelum kita membahas soal prinsip kerja neraca analitik, mari kenali lebih lanjut apa itu neraca analitik. Neraca analitik atau biasa disebut neraca laboratorium adalah neraca yang digunakan untuk mengukur massa kecil berbentuk padat atau cair dalam rentang sub-miligram. Neraca ini mempunyai piringan pengukur yang berada di dalam kotak berpintu dengan kaca transparan, sehingga debu dan angin dalam ruangan tidak akan memengaruhi operasional neraca. Kotak transparan ini disebut sebagai pelindung angin.
Sampel atau zat yang akan ditimbang menggunakan neraca analitik harus terlebih dulu dibiarkan dalam suhu yang sama dengan temperatur ruangan. Hal ini untuk mencegah terjadinya konveksi alami yang diakibatkan intervensi aliran udara di dalam ruangan yang bisa menyebabkan galat pembacaan.
Berdasarkan penjelasan neraca analitik di atas, fungsi neraca analitik adalah untuk mengukur massa suatu zat dengan ketelitian tinggi yang mencapai 0,00001 gram. Beberapa neraca analitik juga mampu membuat persentase massa zat terhadap zat lain. Ada dua jenis neraca analitik, yaitu neraca analitik analog dan neraca analitik digital. Neraca analitik digital lebih umum dipakai di laboratorium karena penggunaan neraca analog lebih rumit dibandingkan digital. Neraca analitik analog penggunaannya masih manual menggunakan slider atau yang biasa disebut anting.
Di sisi lain, neraca analitik digital lebih mudah penggunaannya. Neraca digital analitik pada umumnya hadir dengan fitur-fitur sebagai berikut:
1. Electromagnetic Force Restoration, fitur berbasis koil magnet permanen dengan tingkat akurasi pengukuran yang tinggi.
2. Internal Database Storing System, menyetor data pengukuran Anda ke suatu database.
3. Touch Screen Display, memudahkan Anda dalam mengoperasikan neraca analitik.
4. Water Pass, memastikan neraca selalu berada di posisi yang benar.
5. R232 Data Interface, menghubungkan neraca analitik Anda dengan printer dan komputer Anda.
Baca juga: Macam Macam Timbangan Akurasi Tinggi
Prinsip Kerja Neraca Analitik
Setelah mengenali apa itu neraca analitik, saatnya kita pelajari prinsip kerja neraca analitik. Tentunya neraca analitik cara pemakaiannya berbeda dari neraca biasa. Ikutilah langkah-langkah berikut agar tidak salah menggunakan neraca analitik digital:
1. Letakkan piringan di atas neraca.
2. Tekan tombol “tare” agar bobot piringan menunjukkan angka nol.
3. Buka salah satu kaca pada neraca.
4. Letakkan zat yang akan diukur massanya pada piringan tersebut. Sebaiknya gunakan alat bantu saat meletakkan zat kimia agar tidak ada debu yang menempel.
5. Tekan tombol yang ada pada neraca, kemudian tunggu angka yang tertera hingga 4 digit di belakang koma.
6. Bersihkan timbangan dengan sikat pembersih agar sisa zat kimia yang sudah diukur tidak tertinggal.
Selain langkah-langkah tersebut, ada baiknya Anda juga memperhatikan 10 Cara Menggunakan Timbangan Analitik di Laboratorium yang Tepat :
1. Pastikan posisi neraca sudah benar dan setting water sudah pas sesuai petunjuk.
2. Sebaiknya neraca analitik diletakkan di tempat yang jauh dari hembusan angin atau panas berlebih.
3. Kalibrasi neraca sebelum digunakan.
4. Gunakan sarung tangan saat menggunakan neraca, apalagi saat menyentuh piringan. Hal ini untuk menghindari menempelnya debu atau zat lain yang bisa memengaruhi proses ukur neraca analitik.
5. Hindarkan neraca dari medan magnet sekitar.
6. Pastikan pintu pelindung angin selalu tertutup sebelum dan sesudah penggunaan neraca analitik.
7. Gunakan ionizer pada neraca untuk menjamin kebersihan dan memastikan tidak ada zat lain yang menempel di piringan.
8. Bersihkan neraca setelah digunakan.
9. Matikan neraca jika tidak berencana untuk dipakai dalam waktu dekat.
10. Jika neraca tidak digunakan, sebaiknya disimpan di ruangan yang bersuhu 18-20 derajat celcius.
Dalam prinsip kerja neraca analitik, semakin sering digunakan, maka tingkat akurasinya akan semakin berkurang seiring waktu. Oleh karena itu, neraca analitik perlu dikalibrasi secara rutin untuk memastikan tingkat akurasinya selalu tepat. Proses kalibrasi timbangan analitik bisa dilakukan secara internal dan eksternal. Pada proses kalibrasi internal, neraca analitik cukup disetel ulang sesuai buku petunjuk. Mengkalibrasi secara eksternal dilakukan dengan menggunakan bandul kalibrasi.
Bagi Anda yang berencana untuk membeli neraca analitik dalam waktu dekat, saat ini sudah banyak produsen atau distributor yang menjual neraca analitik dengan harga yang bersahabat. Salah satunya adalah Hyprowira. Hyprowira menjadi distributor Mettler Toledo yang jual timbangan analitik dengan presisi tinggi di Indonesia. Setelah mengenali prinsip kerja neraca analitik, kunjungi laman Hyprowira sekarang dan dapatkan neraca analitik Anda!