Timbangan Analitik: Fungsi, Bagian-Bagian, dan Jenisnya
Artikel

Timbangan Analitik: Fungsi , Bagian-Bagian , dan Jenisnya

Ditulis Oleh: Hyprowira | Diterbitkan pada 01 August 2019 | Dimodifikasi terakhir pada 17 December 2019

Timbangan analitik adalah instrumen laboratorium sensitif yang dirancang untuk mengukur massa secara akurat. Perbedaannya dengan timbangan lain adalah, timbangan ini memiliki kisaran keterbacaan antara 0,1 mg - 0,01 mg, dikhususkan untuk menimbang benda yang sangat ringan. Timbangan analitik memiliki pelindung rancangan untuk mencegah arus udara memengaruhi benda yang ditimbang. Timbangan ini digunakan untuk mendeteksi kenaikan yang sangat halus, sehingga getaran sekecil apa pun dapat mempengaruhi hasil bobotnya.

Timbangan analitik disebut sebagai instrumen atau alat laboratorium yang sangat umum. Di semua laboratorium yang ada, sudah pasti harus ada timbangan analitik karena menjadi salah satu alat yang paling sering digunakan. Dengan kondisi inilah, timbangan analitik masuk ke dalam kategori general laboratory equipment. Selain timbangan analitik, alat-alat lain yang ke dalam kategori general laboratory equipment ada laminar air flow, moisture analyzer, dan mikropipet.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, timbangan analitik memang harus digunakan dengan cara yang hati-hati. Jika tidak digunakan dengan hati-hati dan sesuai syarat-syarat yang, hasil angka timbangan yang dihasilkan malah bisa berantakan dan tidak sesuai dengan kenyataannya. Dengan demikian, timbangan analitik harus digunakan di ruangan khusus dengan gangguan sesedikit mungkin. Timbangan ini juga perlu dipantau dengan cermat dan sering dikalibrasi. Sebagian besar timbangan analitik memiliki kalibrasi internal dan kalibrasi otomatis dengan bobot eksternal. Ingin tahu informasi lengkap fungsi, bagian-bagian, dan jenis timbangan analitik? Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini!

 

Fungsi Timbangan Analitik

Tidak jauh berbeda dengan fungsi timbangan pada umumnya, timbangan analitik berfungsi untuk menimbang massa suatu zat atau benda. Bedanya, seperti disebutkan sebelumnya, adalah timbangan analitik biasanya digunakan oleh orang-orang yang bekerja di laboratorium. Karena hal tersebut, timbangan analitik juga kerap disebut sebagai timbangan laboratorium. Orang yang menggunakan timbangan yang digunakan di laboratorium ini disebut laboran.

Selain digunakan oleh laboran, timbangan ini juga biasa digunakan oleh analisis atau peneliti. Memang untuk menggunakan timbangan analitik, ada sebutan tersendiri untuk penggunanya. Mengapa demikian? Ini semua diawali oleh penggunaannya yang paling banyak dilakukan di laboratorium dan khusus untuk menganalisa suatu barang atau benda. 

Namun tidak hanya itu saja. Umumnya, timbangan analitik digunakan untuk menimbang komposisi zat baru dari sejumlah zat yang sudah ditetapkan. Contohnya adalah larutan oralit. Larutan oralit yang memiliki rasa tidak enak bisa dikonsumsi jika diberi perasa jambu dengan komposisi yang sesuai. Dengan menggunakan timbangan analitik, peneliti dapat mendapatkan komposisi bobot yang sesuai untuk campuran tersebut sehingga memperoleh hasil yang maksimal.

Bagi yang penasaran dengan bagaimana menggunakan timbangan analitik dengan benar, kami akan memberikan contohnya kepada Anda untuk kandungan di dalam larutan oralit. Apakah Anda pernah mencoba melakukan percobaan dengan cara menggabungkan 5 gram gula dan 5 gram garam yang diaduk secara bersamaan di dalam gelas dengan air sebanyak 100ml. Dari sana Anda akan melihat mana yang lebih dominan. Biasanya, rasa asin akan terasa lebih dominan di lidah dibandingkan rasa manis.

Namun jika berbicara tentang larutan oralit, maka yang ada di kepada adalah rasanya yang tidak enak. Untungnya, banyak jalan keluar yang bisa Anda lakukan agar rasa dari oralit bisa lebih enak ketika diminum. Caranya adalah dengan memberikan tambahan perasan jambu agar lebih enak diminum. Bisa juga dengan perasan jeruk lemon. Dari jalan keluar untuk membuat larutan oralit lebih enak ketika diminum inilah yang dipikirkan oleh para peneliti. Komposisi yang ada dibuat dengan menggunakan timbangan analitik agar angka bahan yang dibutuhkan bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Rasa larutan oralit yang enak pun juga bisa didapatkan oleh orang yang meminumnya.

 

Bagian-Bagian Timbangan Analitik

Triple beam balance adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur massa dengan sangat tepat. Perangkat ini memiliki kesalahan pembacaan +/- 0,05 gram. Namanya mengacu pada tiga beams pada timbangan analitik, yaitu beam tengah berukuran terbesar, beam depan berukuran sedang, dan beam jauh berukuran terkecil. Perbedaan ukuran beam menunjukkan perbedaan bobot dan skala bacaan yang dibawa oleh setiap beam.

Triple beam balance dapat digunakan untuk mengukur massa langsung ke objek, menemukan massa dengan perbedaan untuk cairan, dan mengukur suatu zat. Bagian-bagian dari triple beam balance adalah sebagai berikut:

- Weighing pan. Area tempat objek untuk ditimbang.

- Basis. Basis diletakkan di bawah Weighing pan dan biasanya dapat disesuaikan agar pas di meja kerja atau dipasang dengan kaki tripod.

- Beams. Tiga beams pada timbangan digunakan untuk mengatur tingkat presisi, dengan masing-masing beam bekerja pada kenaikan yang berbeda (1-10 gram, 10 gram dan 100 gram).

- Riders. Riders adalah sliding pointers yang diletakkan di atas balance beams untuk menunjukkan massa dalam gram pada pan dan beam.

 

Jenis Timbangan Analitik

Selain mengetahui fungsi dan bagian-bagian di dalamnya, kamu juga perlu mengetahui jenis timbangan analitik. Umumnya, jenis timbangan analitik dibagi menjadi dua jenis berdasarkan cara penggunaan timbangannya. Kedua jenis timbangan analitik itu adalah:

 

Timbangan Analitik Analog

Timbangan analitik jenis ini memiliki proses pengoperasian yang masih masih manual. Proses pengoperasiannya dilakukan dengan cara menggeser-geser slider. Untuk dapat melihat massa suatu zat dengan menggunakan timbangan analitik analog, penting bagimu untuk menggeser-geser slider. Contohnya, jika terdapat 3 buah lengan slider yang bisa digeser, maka untuk menganalisa massa zat kamu perlu menggeser ketiga slider tersebut hingga timbangan menjadi seimbang. Setelah timbangan seimbang, barulah kamu dapat melihat jumlah berat zat tersebut.

 

Timbangan Analitik Digital

Berbeda dengan timbangan analitik analog, timbangan analitik digital menawarkan kemudahan dalam hal pengoperasian. Untuk menghitung massa suatu zat, yang perlu kamu lakukan adalah menempatkan zat yang akan diukur massanya tersebut pada wadah yang telah disediakan atau dikenal dengan istilah balance pan. Karena mudah digunakan, timbangan analitik digital menjadi favorit para laboran dan peneliti untuk bekerja dengan lebih praktis dan efisien.

 

Itulah informasi tentang bagian-bagian timbangan analitik besar fungsi dan jenisnya. Semoga informasi di atas bermanfaat!

 

Cara Untuk Menggunakan Timbangan Analitik

Cara untuk menggunakan timbangan analitik ada berbagai langkah yang harus Anda lakukan. Mau itu timbangan analitik analog maupun timbangan analitik digital. Biasanya memang sudah ditulis dengan jelas di masing-masing manual book dari timbangan analitik tersebut, tapi kami tetap akan memberikan langkah-langkah cara untuk menggunakan timbangan analitik secara jelas dan terperinci di bawah ini. Inilah  tahapan menggunakan timbangan analitik.

Pertama, untuk mulai menggunakan timbangan analitik di dalam laboratorium, sebaiknya Anda duduk dengan nyaman di depan timbangan analitik. Jangan lupa untuk menaruh timbangan analitik di depan Anda dengan jarak yang bisa mudah untuk Anda jangkau. Jadinya, Anda tidak akan kesulitan saat menggunakannya. Amati timbangan analitik yang akan anda gunakan, karena mungkin saja ada belum terbiasa menggunakan timbangan analitik yang baru.

Setelah itu, Anda bisa mulai menyalakan timbangan analitik yang digunakan dengan menekan tombol power. Namun sebelum itu, sebaiknya cek dulu listrik yang Anda gunakan. Apakah sudah menggunakan power supply atau belum. Lebih disarankan saat menggunakan timbangan analitik, pakailah power supply agar daya listrik yang dihasilkan bisa stabil.

Timbangan analitik sudah menyala. Lalu apa yang harus dilakukan? Anda harus menunggu terlebih dahulu agar posisi angka yang ada di layarnya sudah stabil, alias berada di angka nol. Biasanya dalam beberapa kasus, timbangan analitik yang digunakan suka belum menunjukkan angka nol. Untuk bisa berada di angka stabil, maka sebaiknya Anda melihat kembali buku panduan agar bisa melakukan setting terlebih dahulu.

Langkah selanjutnya adalah melakukan penimbangan. Biasanya ada timbangan analitik yang memiliki pelindung di sekelilingnya. Untuk itu, sebaiknya buka dulu pintu pelindung yang ada sebelum memasukkan bahan atau benda yang ingin ditimbang ke atas piringan yang ada di dalamnya.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, timbangan analitik harus digunakan dengan hati-hati. Begitu juga saat sedang menaruh bahan atau beda di dalamnya. Lakukan secara hati-hati dengan memikirkan batas maksimal dari kapasitas timbangan analitik. Jika Anda tidak memperhatikan batas maksimalnya, maka timbangan analitik yang digunakan bisa rusak.

Setelah bahan atau benda yang ingin ditimbang sudah ada di atas piringan timbangan analitik, jangan langsung mencatat angka yang keluar di layar. Angka itu belumlah stabil. Sebaiknya tunggu beberapa saat untuk bisa mencatat berapa massa bahan atau benda yang Anda timbang.

Jika sudah selesai menimbang, jangan meninggalkan bahan atau benda yang sudah ditimbang di dalam timbangan analitik. Langsung keluarkan saja agar timbangan analitik berada dalam keadaan kosong.

Langkah selanjutnya adalah membersihkan timbangan analitik. Alat yang bisa digunakan adalah kuas kecil. Bersihkan timbangan analitik secara merata agar tetap dalam kondisi bersih setelah digunakan.

Terakhir, tutup pelindung timbangan analitik dengan rapat agar bisa tetap terjaga kualitas dan kebersihannya.

 

Cara Merawat Timbangan Analitik

Bagi yang sudah memiliki atau mau memiliki timbangan analitik, tentunya ingin timbangan analitik itu tetap dalam kondisi yang prima serta bersih dari kotoran. Untuk itu, diperlukan beberapa cara merawat timbangan analitik yang bisa Anda lakukan di bawah ini. Apa saja cara-cara merawat timbangan analitik yang bisa Anda lakukan? Berikut penjelasan lengkapnya.

Cara pertama dalam merawat timbangan analitik adalah meletakkan timbangan analitik di atas meja atau bagian yang datar. Jangan sampai menaruh timbangan analitik di bagian yang bergelombang atau di tempat yang sering terkena interaksi benda atau orang lain karena timbangan analitik termasuk alat yang sensitif.

Cara lainnya adalah jangan sampai menjatuhkan benda yang terlalu berat serta ekstrem di dalam timbangan analitik. Khusus untuk benda ekstrem tersebut, biasanya memang masih dalam batasan ukur maksimal timbangan analitik, namun tetap saja berbahaya untuk kondisi timbangan analitik untuk dipakai kemudian hari.

Cara berikutnya adalah jangan sampai menggunakan timbangan analitik untuk bahan kimia yang berbahaya langsung di atas piringan timbangan analitik. Sebaiknya gunakan wadah lain terlebih dahulu sebagai tempat menaruh bahan kimia berbahaya tersebut.

Untuk bahan atau benda yang ingin ditimbang memiliki suhu yang ekstrem, seperti terlalu dingin atau terlalu panas, sebaiknya tunggu beberapa saat agar benda tersebut berada dalam kondisi suhu normal atau suhu ruangan.

Cara merawat timbangan analitik lainnya bisa dengan menghindari penggunaan kuas yang terlalu untuk membersihkan timbangan analitik. Selain itu, jangan sering memindahkan atau menggeser timbangan analitik ke berbagai tempat. Bisa-bisa timbangan analitik menjadi rusak dan hasil timbangan tidak akurat lagi.

 

Itulah informasi tentang timbangan analitik. Dari fungsi, jenis, cara menggunakan hingga cara merawatnya. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat untuk Anda!

3625x dilihat