Timbangan Analitik: Fungsi, Bagian-Bagian, dan Jenisnya
Artikel

Timbangan Analitik: Fungsi , Bagian-Bagian , dan Jenisnya

Ditulis Oleh: Hyprowira | Diterbitkan pada 01 August 2019 | Dimodifikasi terakhir pada 07 August 2019

Timbangan analitik adalah instrumen laboratorium sensitif yang dirancang untuk mengukur massa secara akurat. Perbedaannya dengan timbangan lain adalah, timbangan ini memiliki kisaran keterbacaan antara 0,1 mg - 0,01 mg, dikhususkan untuk menimbang benda yang sangat ringan. Timbangan analitik memiliki pelindung rancangan untuk mencegah arus udara memengaruhi benda yang ditimbang. Timbangan ini digunakan untuk mendeteksi kenaikan yang sangat halus, sehingga getaran sekecil apa pun dapat mempengaruhi hasil bobotnya.

Dengan demikian, timbangan analitik harus digunakan di ruangan khusus dengan gangguan sesedikit mungkin. Timbangan ini juga perlu dipantau dengan cermat dan sering dikalibrasi. Sebagian besar timbangan analitik memiliki kalibrasi internal dan kalibrasi otomatis dengan bobot eksternal. Ingin tahu informasi lengkap fungsi, bagian-bagian, dan jenis timbangan analitik? Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Fungsi Timbangan Analitik

Tidak jauh berbeda dengan fungsi timbangan pada umumnya, timbangan analitik berfungsi untuk menimbang massa suatu zat atau benda. Bedanya, seperti disebutkan sebelumnya, adalah timbangan analitik biasanya digunakan oleh orang-orang yang bekerja di laboratorium. Karena hal tersebut, timbangan analitik juga kerap disebut sebagai timbangan laboratorium. Orang yang menggunakan timbangan yang digunakan di laboratorium ini disebut laboran.

Selain digunakan oleh laboran, timbangan ini juga biasa digunakan oleh analisis atau peneliti. Umumnya, timbangan analitik digunakan untuk menimbang komposisi zat baru dari sejumlah zat yang sudah ditetapkan. Contohnya adalah larutan oralit. Larutan oralit yang memiliki rasa tidak enak bisa dikonsumsi jika diberi perasa jambu dengan komposisi yang sesuai. Dengan menggunakan timbangan analitik, peneliti dapat mendapatkan komposisi bobot yang sesuai untuk campuran tersebut sehingga memperoleh hasil yang maksimal.

Bagian-Bagian Timbangan Analitik

Triple beam balance adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur massa dengan sangat tepat. Perangkat ini memiliki kesalahan pembacaan +/- 0,05 gram. Namanya mengacu pada tiga beams pada timbangan analitik, yaitu beam tengah berukuran terbesar, beam depan berukuran sedang, dan beam jauh berukuran terkecil. Perbedaan ukuran beam menunjukkan perbedaan bobot dan skala bacaan yang dibawa oleh setiap beam.

Triple beam balance dapat digunakan untuk mengukur massa langsung ke objek, menemukan massa dengan perbedaan untuk cairan, dan mengukur suatu zat. Bagian-bagian dari triple beam balance adalah sebagai berikut:

- Weighing pan. Area tempat objek untuk ditimbang.

- Basis. Basis diletakkan di bawah Weighing pan dan biasanya dapat disesuaikan agar pas di meja kerja atau dipasang dengan kaki tripod.

- Beams. Tiga beams pada timbangan digunakan untuk mengatur tingkat presisi, dengan masing-masing beam bekerja pada kenaikan yang berbeda (1-10 gram, 10 gram dan 100 gram).

- Riders. Riders adalah sliding pointers yang diletakkan di atas balance beams untuk menunjukkan massa dalam gram pada pan dan beam.

Jenis Timbangan Analitik

Selain mengetahui fungsi dan bagian-bagian di dalamnya, kamu juga perlu mengetahui jenis timbangan analitik. Umumnya, jenis timbangan analitik dibagi menjadi dua jenis berdasarkan cara penggunaan timbangannya. Kedua jenis timbangan analitik itu adalah:

1. Timbangan Analitik Analog

Timbangan analitik jenis ini memiliki proses pengoperasian yang masih masih manual. Proses pengoperasiannya dilakukan dengan cara menggeser-geser slider. Untuk dapat melihat massa suatu zat dengan menggunakan timbangan analitik analog, penting bagimu untuk menggeser-geser slider. Contohnya, jika terdapat 3 buah lengan slider yang bisa digeser, maka untuk menganalisa massa zat kamu perlu menggeser ketiga slider tersebut hingga timbangan menjadi seimbang. Setelah timbangan seimbang, barulah kamu dapat melihat jumlah berat zat tersebut.

2. Timbangan Analitik Digital

Berbeda dengan timbangan analitik analog, timbangan analitik digital menawarkan kemudahan dalam hal pengoperasian. Untuk menghitung massa suatu zat, yang perlu kamu lakukan adalah menempatkan zat yang akan diukur massanya tersebut pada wadah yang telah disediakan atau dikenal dengan istilah balance pan. Karena mudah digunakan, timbangan analitik digital menjadi favorit para laboran dan peneliti untuk bekerja dengan lebih praktis dan efisien.

Itulah informasi tentang bagian-bagian timbangan analitik besar fungsi dan jenisnya. Semoga informasi di atas bermanfaat!

2208x dilihat