Mengenal Fungsi Timbangan Analitik pada Laboratorium
Timbangan Analitik

Mengenal Fungsi Timbangan Analitik pada Laboratorium

Ditulis Oleh: Hyprowira | Diterbitkan pada 29 August 2019 | Dimodifikasi terakhir pada 08 July 2020

Timbangan analitik merupakan salah satu instrumen laboratorium yang umum. Fungsi timbangan analitik pada dasarnya sama seperti timbangan pada umumnya, yakni untuk mengukur massa benda. Walau begitu, timbangan analitik yang ada di laboratorium tentu memiliki fungsi spesifik yang tidak dapat ditemukan pada timbangan biasa. Apa saja?

 

Mengenal Timbangan Analitik

Timbangan analitik atau analytical balance termasuk instrumen laboratorium paling umum di samping mikroskop, sentrifus, water bath (pemanas air), dan beberapa instrumen lainnya. Timbangan analitik biasanya digunakan untuk mengukur massa benda yang sangat ringan (kurang lebih 0,1 mg). Timbangan analitik Mettler Toledo memiliki rentang keterbacaan antara 0,005 mg dan 0,1 mg serta kapasitas hingga 520 gr dengan keterbatasan 3-5 digit di belakang koma.

Timbangan analitik memiliki bagian utama berupa piringan. Bagian ini digunakan untuk menampung benda  yang akan diukur massanya. Smart Grid Weighing Pan merupakan alat untuk meminimalisasi efek pergerakan udara, hal ini merupakan solusi inovatif dalam mendeteksi dan mengurangi elektrostatik pada proses penimbangan.

Umumnya timbangan analitik memiliki pelindung transparan di sekeliling piringannya. Pelindung transparan ini berfungsi untuk mencegah debu masuk dan ikut tertimbang dalam piringan.

Sampel yang akan diukur massa bendanya dengan timbangan analitik harus berada pada temperatur ruangan. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya konveksi alami benda yang bisa memengaruhi akurasi hasil pengukuran. Pun demikian saat meletakkan sampel, harus berhati-hati dan perlahan.

 

Jenis-Jenis Timbangan Analitik

Jika dibedakan menurut penggunaannya, ada beberapa jenis timbangan analitik yang umum digunakan di laboratorium. Ada timbangan analitik analog dan ada juga timbangan analitik digital. Mendengar namanya, Anda tentu sudah bisa membayangkan seperti apa perbedaan di antara kedua jenis timbangan analitik ini.

Timbangan Analitik Analog

Timbangan analitik analog masih menggunakan cara manual. Untuk mengukur massa benda, timbangan analitik analog masih memanfaatkan anting pengukur atau slider. Slider ini dapat digeser menyesuaikan ukuran massa benda. Namun, saat ini timbangan analitik analog sudah mulai ditinggalkan karena akurasinya dianggap kurang.

Timbangan Analitik Digital

Selain timbangan analitik analog, ada juga timbangn analitik digital. Timbangan model inilah yang sekarang banyak digunakan di laboratorium. Penggunaannya mudah karena laboran cukup menempatkan sampel benda pada piringan dan mesin akan menampilkan hasil pengukuran dalam format angka yang mudah dibaca. Timbangan ini kemudian dibagi menjadi dua tipe berdasarkan proses kalibrasinya:

1. Kalibrasi Internal

Timbangan analitik ini membutuhkan komponen tambahan, yaitu anak timbang untuk dapat melakukan verifikasi. Anak timbang yang digunakan harus meliputi: bobot rendah dan bobot tinggi berdasarkan rentang kapasitas dari alat untuk mendapatkan presisi.

Timbangan analitik dari Mettler Toledo sudah dilengkapi dengan kemampuan automatic calibration, dimana setiap terjadi perubahan suhu, maka alat akan melakukan adjustment secara otomatis.

2. Kalibrasi Eksternal

Berbeda dengan kalibrasi internal, kalibrasi ini memerlukan personal yang kompeten untuk dapat melakukan kalibrasi sehingga memperoleh nilai linieritas, akurasi, dan presisi yang akan tercantum di setiap sertifikat kalibrasi.

Laboratorium Hyprowira menyediakan jasa kalibrasi eksternal yang dilakukan oleh personal yang kompeten dari Mettler Toledo.

 

Fungsi Timbangan Analitik pada Laboratorium

Masuk dalam pembahasan utama, sebenarnya apa fungsi timbangan analitik pada laboratorium? Seperti yang telah disebutkan, fungsi timbangan analitik secara garis besar adalah untuk mengukur massa benda (terutama yang ukurannya amat ringan).

Timbangan analitik ini digunakan untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik dan akurat terhadap benda dengan massa ringan (kurang lebih 0,1 mg). Umumnya yang diukur adalah sampel dari bahan kimia yang termasuk dalam kategori pro analytic (PA).

Salah satu contoh kegunaan timbangan analitik adalah untuk menimbang takaran yang tepat suatu bahan kimia dalam obat. Dengan timbangan analitik, Anda dapat menakar massa dengan teliti dan tepat untuk setiap penambahan bahan kimia tertentu yang harus ditambahkan dalam produk obat.

Fungsi timbangan analitik pada laboratorium sangat krusial. Tanpa adanya timbangan analitik, Anda akan kesulitan mendapat hasil yang akurat saat harus mengukur massa benda. Dengan timbangan analitik, Anda juga bisa mendapatkan formula yang tepat saat harus menyusun produk dengan ketelitian yang tinggi.

 

Untuk menjamin penimbangan yang akurat, Anda bisa menggunakan timbangan dari Mettler Toledo yang memiliki rentang pembacaan antara 0,005 mg sampai 0,1 mg, dan  kapasitas hingga 320 g. Dilengkapi Smart Grid Weighing Pan yang dipatenkan, yang berfungsi untuk meminimalkan efek pergerakan udara, serta solusi inovatif untuk mendeteksi dan menghilangkan elektrostatik, timbangan Mettler Toledo juga memiliki fasilitas Status Light, Level Control, dan GWP Approved, serta transfer data yang mudah dan koneksi ke perangkat periferal melalui USB, RS232 dan Bluetooth opsional, serta aplikasi intuitif untuk penimbangan rutin yang efisien. Desain dengan layar sentuh TFT berwarna dengan ikon yang jelas dan panduan intuitif memungkinkan pengguna untuk mengoperasikan timbangan analitik secara efisien ditambah Fitur jaminan kualitas membantu Anda mematuhi peraturan dan standar industri. Dapatkan segera Timbangan Mettler Toledo di Hyprowira.

4289x dilihat