Mengenal Sistem Pneumatik yang Banyak Digunakan untuk Keperluan Industri
Pembangkit Listrik

Mengenal Sistem Pneumatik yang Banyak Digunakan untuk Keperluan Industri

Ditulis Oleh: Hyprowira | Diterbitkan pada 09 September 2019 | Dimodifikasi terakhir pada 09 September 2019

Untuk menggerakkan berbagai peralatan untuk keperluan industri, Anda bisa memanfaatkan sistem pneumatik. Sistem penggerak ini berbeda dengan sistem hidrolik. Jika sistem hidrolik memanfaatkan media fluida (biasanya berupa oli), sistem pneumatik memanfaatkan udara kompresibel (udara yang telah dimampatkan). Berikut penjelasan tentang sistem pneumatik.

 

Mengenal Sistem Pneumatik

Sistem pneumatik adalah sebuah sistem penggerak yang memanfaatkan udara sebagai media kerja utamanya. Udara dipilih karena selain jumlahnya tidak terbatas, harganya pun relatif lebih murah jika dibandingkan dengan fluida yang dipakai dalam sistem hidrolik. Walau begitu, kemampuannya untuk menggerakan peralatan pun sebanding.

Udara yang dijadikan media kerja dalam sistem pneumatik bukanlah semabrang udara, tetapi merupakan udara yang telah dikompresi (dimampatkan). Biasanya yang digunakan adalah udara mampat kering (melalui proses pengeringan air dryer). Namun, tidak jarang juga ditemukan sistem pneumatik yang menggunakan campuran udara dengan atomized oil agar komponen actuator tetap terlumasi dengan baik.

 

Ciri Sistem Pneumatik

Ciri utama sistem pneumatik adalah proses pemampatan udara sebagai langkah awal. Udara yang telah di hisap dari atmosfer dan dikumpulkan dimapatkan hingga mencapai tekanan kerja yang diinginkan. Saat udara dimapatkan, temperaturnya cenderung naik.

Setelah dimapatkan, udara didinginkan dengan air dryer. Tujuannya adalah untuk memngeringkan udara. Udara kemudian disimpan dengan kondisi bertekanan. Saat diperlukan nanti, udara akan dibiarkan melakukan ekspansi hingga mencapai objek. Sisa udara dari ekspansi ini kemudian akan dikembalikan ke atmosfer.

 

Komponen-Komponen Sistem Pneumatik

Untuk dapat bekerja, sistem pneumatik membutuhkan serangkaian komponen. Berikut ini beberapa komponen yang umum ditemukan pada sistem pneumatik.

Kompresor

Seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, sistem pneumatik menggunakan udara yang telah dimapatkan sebagai media kerja utamanya. Komponen kompresor inilah yang digunakan untuk memapatkan udara. Di samping itu, kompresor juga bertugas menjaga tekanan udara tetap pada tekanan kerja yang dibutuhkan.

Gauge dan Regulator

Agar sistem pnumatik tetap bekerja sesuai fungsinya, media kerja harus terus dipantau. Dua komponen inilah yang memiliki tugas sebagai “kontrol" tersebut. Gauge bertugas menunjukkan level tekanan udara. Sedangkan regulator bertugas mengontrol jumlah media kerja (udara terkompresi) yang masuk dalam adalah sistem pneumatik.

Katup Pengontrol

Katup pengontrol (check valve) berfungsi sebagai pembatas yang mencegah aliran balik dari udara terkompresi. Komponen ini akan menghindarkan udara kembali masuk ke kompresor saat diproses dalam buffer tank.

Katup Pengatur Arah

Katup pengatur arah (directional valve) bertugas sebagai pengatur arah udara yang keluar-masuk aktuator. Dengan begitu, kerja aktuator bisa lebih stabil. Ada dua macam katup pengatur arah, yakni mekanis dan elektrik.

Buffer Tank

Buffer tank adalah komponen yang berfungsi sebagai penyimpanan cadangan udara terkompresi. Fungsi lainnya adalah membantu menyeimbangkan kerja kompresor dalam memberikan tekanan pada udara.

Aktuator

Bisa dibilang, komponen ini adalah bagian paling penting dalam sistem pneumatik. Tanpa adanya aktuator, sebuah sistem pneumatik tidak akan mampu menghasilkan gerak. Dalam pemanfaatannya, ada beberapa aktuator di antaranya pneumatik silinder dan pneumatik motor.

Liquid/Gas Coalescer

Berfungsi untuk menangkap butiran-butiran air yang sangat halus yang terdapat dalam sistem pneumatik, umumnya digunakan pada point of use untuk melindungi instrumen atau komponen yang kritikal dan Pall adalah salah satu pembuat liquid/gas coalescer yang terkenal.

 

Sistem pneumatik merupakan salah satu sistem kerja yang dapat menggerakkan benda dalam keperluan industri. Dari sini dapat disimpulkan bahwa sistem ini bekerja dengan memanfaatkan udara yang telah terkompresi (melalui proses pemampatan udara). Sistem pneumatik dinilai lebih efisien karena media kerjanya berupa udara yang relatif lebih murah. Jika Anda tertarik untuk memanfaatkan sistem pneumatik, dapatkan komponennya melalui Hyprowira.

15460x dilihat