Prinsip Kerja Turbin Uap
Pembangkit Listrik

Turbin Uap: Pengertian, Prinsip Kerja dan Komponen

Ditulis Oleh: Hyprowira | Diterbitkan pada 19 November 2019 | Dimodifikasi terakhir pada 23 February 2021

Di dalam aktivitas Anda, pastinya membutuhkan berbagai macam hal-hal dasar, seperti air, api, hingga listrik. Untungnya dengan teknologi yang ada, hal-hal dasar tersebut bisa dipenuhi. Salah satunya lewat tenaga pembangkit.

Untuk tenaga pembangkit sendiri, biasanya memang dibangun dan dijalankan untuk menghasilkan listrik agar bisa disuplai ke rumah-rumah warga. Cukup banyak jenis pembangkit listrik yang diciptakan dan digunakan saat ini, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTB), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (PLTO), dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Untuk PLTU sendiri, ada satu komponen di dalamnya yang sangat penting yaitu turbin uap.

 

Apa itu Turbin Uap?

Pada dasarnya, prinsip kerja turbin uap adalah sebagai penggerak awal yang berguna untuk mengubah energi potensial yang ada menjadi energi kinetik. Energi kinetik ini selanjutnya diubah untuk menjadi sebuah energi mekanik yang terbentuk dalam putaran poros turbin.

Selanjutnya poros turbin dihubungkan dengan mekanisme yang digerakkan, bisa secara langsung ataupun dengan bantuan elemen lainnya. Dengan kerja mekanisme seperti itu, akhirnya turbin uap bisa berguna untuk menjadi pembangkit listrik. Turbin uap memang menjadi komponen yang sangat penting di dalam keberadaan PLTU. Tanpa adanya turbin uap, sulit untuk bisa mendapatkan tenaga listrik yang diinginkan.

 

Komponen-Komponen Turbin Uap

Di dalam turbin uap sendiri, terdapat cukup banyak komponen yang masing-masing berguna untuk memberikan kinerja yang baik. Masing-masing komponen ini saling menyatu agar bisa menghasilkan uap dalam jumlah yang pas agar bisa dikonversi menjadi listrik. Ada delapan komponen turbin uap, yaitu:

Casing

Sesuai namanya, casing digunakan untuk menjadi penutup utama dari bagian-bagian yang ada di turbin uap. Dengan adanya casing, maka komponen turbin uap tidak langsung terekspos dari luar sehingga tetap tahan lama.

Rotor

Tidak ada turbin uap tanpa adanya rotor. Rotor adalah bagian turbin yang berputar dan jumlahnya cukup banyak. Ada dua bagian dari rotor yang ada di dalam turbin uap yaitu Rotor Shaft (berfungsi sebagai komponen untuk tempat pemasangan cakram-cakram sepanjang sumbu) dan Rotor Blades (berfungsi sebagai alat penerima gaya dari energi kinetik uap).

Cakram

Cakram memiliki fungsi sebagai tempat dipasangnya sudu-sudu secara radial di antara poros.

Nosel

Nosel berguna untuk media ekspansi uap yang nantinya bisa mengubah energi potensial yang ada menjadi energi kinetik.

Bantalan (Bearing)

Bantalan yang ada di dalam turbin uap berguna untuk menyokong kedua ujung poros. Selain itu berguna juga sebagai penerima beban yang ditimbulkan.

Seal

Seal berfungsi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebocoran uap. Biasanya seal dipasang di sekeliling poros.

Kopling

Kopling berfungsi sebagai penghubung di antara kerja turbin uap dengan mekanisme yang digerakkan oleh turbin uap.

 

Cukup banyak komponen yang ada di dalam turbin uap, tapi turbin uap tetap menjadi kebutuhan utama di dalam industri saat ini.

Untuk dapat mempelajari cara beroperasi turbin uap dengan baik, dapat menggunakan simulator boiler dan turbin uap yang dibuat oleh Weel and Sandvig dari Denmark.

21330x dilihat