Crane adalah alat yang fungsinya sangat dibutuhkan di sebuah konstruksi, pertambangan, dan tempat lain yang berhubungan dengan material berat. Meski bentuknya sederhana, mirip dengan tiang panjang, fungsi crane tidak bisa disepelekan. Alat ini mampu mengangkat material berat sekaligus memindahkannya ke tempat lain. Kemampuan ini didapat dari sistem kerja hidrolik pada crane. Seperti apa sistem kerja hidrolik? Komponen apa saja yang ada di dalamnya? Mari simak ulasan lengkapnya.
Komponen dalam sistem hidrolik
Kata ‘hidrolik’ berasal dari Bahasa Greek ‘hydro’ yang berarti air dan ‘aulos’ yang berarti pipa. Sistem kerja hidrolik pada crane berfungsi berdasarkan air di dalam pipa. Ia mengandalkan cairan yang mengalir dalam selang atau pipa untuk meneruskan tenaga atau daya.
Prinsip kerja sistem hidrolik adalah Hukum Pascal. Hukum ini menyatakan bahwa benda cair yang ada di ruang tertutup, apabila diberi tekanan, maka tekanan tersebut akan disebar ke segala arah dengan daya sama besar. Dalam sistem hidrolik berbeda dengan sistem pneumatik, terdapat beberapa komponen yang mendukung fungsinya, yaitu unit tenaga (power pack), unit penggerak (actuator), unit pengatur (direction control valve), cairan hidrolik, dan selang atau pipa saluran.
Sistem kerja hidrolik pada crane
Dengan komponen pendukung tersebut, sistem kerja hidrolik pada crane mampu mengangkat material berat, berputar, dan memindahkan material yang sebelumnya diangkat tadi. Sistem hidrolik yang ada pada crane bekerja dengan mengubah dan mengendalikan energi yang didapat oleh cairan di dalam pipa untuk dialirkan ke komponen-komponen lainnya.
Pertama, sistem hidrolik menerima input energi dari suatu sumber mesin atau putaran roda gigi. Kedua, pompa hidrolik akan mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik dalam bentuk aliran dan tekanan. Ketiga, control valve bakal mengendalikan aliran zat cair dan arah pergerakannya. Keempat, actuator atau unik penggerak mengubah energi hidrolik menjadi energi mekanis dalam bentuk gerakan linear ataupun putaran untuk melakukan pekerjaan.
Fungsi komponen-komponen dalam hidrolik
Sebenarnya, tidak hanya empat komponen yang ada di dalam sistem kerja hidrolik pada crane, melainkan ada beberapa komponen lain yang juga mendukung fungsi mesin kerja ini mengangkat material berat. Berikut ini komponen-komponen tersebut.
1. Pipa hidrolik
saluran hidrolikberfungsi menyambungkan berbagai komponen untuk penyaluran zat cair dalam sebuah sirkuit. Selang akan ditambahkan jika komponen-komponen dalam sistem membutuhkan fleksibilitas.
2. Tangki hidrolik
tangki berfungsi untuk menyimpan dan fungsi filter oli dan memastikan terdapat cukup suplai untuk sistem.
Pompa hidrolik – fungsi pompa hidrolik adalah memasok aliran oli. Bagian ini juga bertanggung jawab untuk mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik.
3. Actuator
bagian ini berfungsi sebagai komponen output dari sistem hidrolik.
Directional control valve – DCV digunakan untuk menyalurkan minyak hidrolik ke berbagai sirkuit di dalam sistem hidrolik.
4. Pressure control valve
berfungsi komponen ini adalah membatasi tekanan maksimal pada sistem hidrolik sehingga komponen sistem tidak mengalami lecet, malfungsi, atau bocor di sambungan.
5. Filter
bagian filter dipakai untuk menyaring contaminant yang ada di dalam sistem hidrolik.
6. Pendingin/oil cooler
sesuai namanya, air cooler dipakai untuk mendinginkan minyak hidrolik yang bergerak menyerap dan mengangkat panas dari silinder dan pompa.
Mengetahui sistem kerja hidrolik pada crane akan sangat bermanfaat bagi Anda yang bekerja dekat dengan bidang ini. Pengetahuan mengenai sistem dan komponennya akan membantu Anda merawat crane serta bisa memperkirakan bagian yang rusak jika sistem tidak bekerja seperti biasa. Apabila Anda membutuhkan layanan untuk memperbaiki maupun merawat sistem hidrolik pada crane, bisa hubungi Hyprowira. Hyprowira saat ini jual filter oli hidrolik untuk memudahkan pekerjaan Anda.