Setiap larutan memiliki derajat asam atau basa yang berbeda-beda, bergantung pada aktivitas ion hidrogen di dalamnya. Dalam konteks ilmiah, penghitungan derajat tersebut dapat dihitung secara akurat dengan menggunakan sebuah alat bernama pH meter. Namun, tahukah Anda bagaimana prinsip kerja pH meter yang sebenarnya? Simak ulasan ringkas berikut untuk mengenal lebih jauh mengenai alat ukur pH ini.
Mengenal pH Meter: Pengertian dan Sejarahnya
Seperti namanya, pH meter merupakan instrumen pengukuran ilmiah yang digunakan untuk menentukan kadar pH. Alat ini menghitung aktivitas ion hidrogen dalam larutan berbasis air yang nantinya akan menentukan tingkat asam atau basa dari larutan tersebut. Penghitungannya diperlukan dalam berbagai penerapan ilmiah, mulai dari eksperimen di laboratorium hingga tahapan quality control suatu sampel.
Konsep yang hingga kini digunakan dalam sistem kerja pH meter dicetuskan pertama kali pada tahun 1934 oleh kimiawan asal Amerika Serikat, Arnold Orville Beckman. Pada saat itu, alatnya dinamakan “acidimeter” dan digunakan untuk meneliti kadar keasaman pada air perasan lemon.
Instrumen yang awalnya hanya berupa prototipe itu kemudian dikembangkan dalam waktu beberapa dekade. Pada tahun 1956, Arnold menyempurnakan penemuannya dengan meluncurkan pH meter saku, instrumen pengukuran pH bersistem analog yang lebih mudah digunakan. Sementara itu, pH meter digital yang banyak ditemui saat ini baru diperkenalkan pada dekade 70-an.
Prinsip Kerja pH Meter
Saat bekerja, pH meter akan mengukur tegangan di antara dua elektrode dan mengonversi hasilnya menjadi nilai pH. Proses ini melibatkan elektrode kaca (glass electrode) berisi sensor probe yang dihubungkan pada alat elektronik sebagai instrumen pengukur dan penunjuk nilai.
Pada dasarnya, prinsip kerja pH meter terletak pada susunan instrumennya. Sensor probe yang terdapat dalam eletrode kaca merupakan lapisan berbentuk bulat (bulb) dengan ketebalan 0,1 mm. Bulb tersebut terpasang pada lapisan plastik memanjang atau silinder kaca non-konduktor.
Dengan menggunakan konsep elektrokimia, elektrode kaca yang telah berisi larutan sampel untuk diuji pH akan diukur potensial dan kadar ion hidrogen. Hasil pengukuran tersebut juga digunakan untuk melengkapi alur elektrik pada elektrode pembanding yang nantinya menentukan pH larutan bersifat asam atau basa.
Hal Penting yang Harus Diperhatikan saat Menggunakan pH Meter
Setelah mengetahui prinsip kerja pH meter, Anda dapat menerapkan prinsip tersebut dalam proses penggunaan yang sebenarnya. Namun, untuk menggunakan pH meter dengan kaidah yang benar, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
- Setelah menghidupkan pH meter, Anda harus melakukan sejumlah persiapan awal, termasuk membersihkan elektrode dan prode serta memilih buffer pH.
- Saat masuk ke dalam tahapan kalibrasi, pastikan Anda telah meletakkan buffer pada posisi tepat.
- Jangan langsung menggunakan pH meter karena kalibrasi perlu ditunggu selama 1-2 menit terlebih dahulu.
- Pastikan untuk selalu membersihkan seluruh bagian pH meter setiap kali Anda selesai menggunakannya. Pembersihan bisa dilakukan dengan cara mengelap menggunakan tisu dan menyimpan alat di tempat kering serta terjaga.
Demikian penjelasan ringkas mengenai prinsip kerja pH meter beserta pengertian, sejarah, dan sejumlah hal penting yang harus selalu diperhatikan dalam penggunaannya. Informasi di atas bisa Anda jadikan sebagai salah satu panduan dalam menggunakan alat ilmiah untuk menghitung kadar pH suatu larutan.
Agar penghitungan pH bisa dilakukan secara lebih akurat, Anda bisa mengandalkan perangkat Benchtop Meters sebagai solusi tepat. Teknologi yang dihadirkan alat ini akan memastikan kinerja pengukuran Anda bersifat lebih optimal dengan akurasi tingkat tinggi.