Apa yang harus dilakukan untuk mengetahui kadar pH suatu larutan? Sebagian orang mungkin akan memilih penggunaan kertas lakmus atau indikator pH universal sebagai jawaban. Meski jawaban itu tidak salah, ternyata ada alat lain yang bisa digunakan untuk menentukan pH suatu larutan secara lebih cepat, tepat, dan akurat.
Alat tersebut bernama pH meter. Seperti namanya, pH meter merupakan perangkat elektronik yang digunakan untuk mengecek netralitas maupun derajat keasaman dan alkalitas larutan. Alat ini bisa menampilkan nilai pH secara akurat jika seluruh bagiannya berfungsi dengan baik.
Bagian-bagian pH meter merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan karena masing-masing memilki fungsi penting untuk dapat menghasilkan nilai pH suatu larutan. Berikut adalah lima komponen utama yang terdapat di dalam pH meter beserta fungsi yang dimilikinya:
Elektrode Kaca
Di antara dua elektrode yang dicelupkan ke dalam larutan, komponen elektrode kaca berperan sebagai salah satu kutub. Komponen ini juga terdiri dari bulb atau lapisan berbentuk bulat pada bagian ujung. Fungsinya menjadi tempat pertukaran ion positif yang menyebabkan terjadinya perbedaan potensial di antara dua elektrode yang diuji.
Elektrode kaca bisa dikatakan sebagai komponen inti dalam instrumen pH meter. Reaksi yang terjadi di dalam bagian ini akan menunjukkan pembacaan potensiometer. Hasilnya dapat bernilai negatif (asam), positif (basa), atau tidak terbaca apa pun—yang berarti larutan bersifat netral.
Elektrode Referensi
Elektrode referensi adalah kutub kebalikan dari elektrode kaca. Ketika dua elektrode ini dialiri dan direndam suatu jenis larutan, akan terbentuk rangkaian listrik yang menentukan kadar pH larutan tersebut.
Meski demikian, elektrode referensi memiliki nilai potensial yang tidak berubah terhadap kondisi larutan apa pun. Aliran listrik yang terbentuk serta nilai yang dihasilkan hanya mengukur besar-kecilnya reaksi potensial elektrode kaca saat disandingkan dengan elektrode ini.
Termometer
Komponen lain yang wajib dimiliki sebuah pH meter adalah sensor temperatur atau termometer. Hal ini sesuai dengan prinsip penghitungan derajat keasaman yang dapat dipengaruhi oleh temperatur larutan yang diuji.
Jika larutan memiliki pH netral bernilai 7, perubahan temperatur tidak dianggap berpengaruh. Namun, jika larutan sampel bersifat asam (pH kurang dari 7) atau basa (pH lebih dari 7), penghitungan temperatur oleh termometer akan menentukan akurasi pembacaan nilai pH larutan.
Amplifier
Dalam bagian-bagian pH meter, penguat voltase—yang lebih dikenal dengan istilah amplifier—adalah komponen penting yang berperan dalam penentuan nilai pH. Seperti halnya termometer yang menguatkan penghitungan dengan melibatkan suhu, amplifier juga akan membuat hasil pH yang terbaca menjadi lebih akurat.
Komponen ini akan memastikan hitungan voltase berada dalam rentang 0-14 (rentang pH) sehingga penentuan derajat asam, basa, maupun netralitas suatu larutan bisa dihitung secara tepat.
Mikroprosesor
Pada sistem kerja pH meter, mikroprosesor berperan dalam penerjemahan nilai voltase kiriman amplifier, penghitungan ukuran suhu, dan pembacaan nilai pH suatu larutan. Dengan kata lain, komponen ini akan memastikan seluruh proses yang dilakukan komponen lain berjalan semestinya sehingga menampilkan nilai pH larutan pada layar LCD yang terdapat di dalam sebuah unit pH meter.
Itulah penjelasan singkat mengenai bagian-bagian pH meter serta fungsi dan peran yang dimiliki setiap komponen dalam proses penentuan nilai pH. Untuk penggunaan dalam konteks industri maupun penelitian ilmiah, memilih pH meter dengan komponen yang lengkap adalah suatu keharusan. Dalam hal ini, pH meter dari Mettler Toledo bisa menjadi pilihan utama bagi kebutuhan pengukuran pH yang ingin Anda lakukan.