alat pengukur vibrasi
Vibration

Ketahui Alat Pengukur Vibrasi dan Cara Kerjanya

Ditulis Oleh: Hyprowira | Diterbitkan pada 30 January 2021 | Dimodifikasi terakhir pada 30 January 2021

Alat pengukur vibrasi adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur vibrasi (getaran) pada benda. Sekarang ini ada banyak sekali varian alat pengukur vibrasi yang beredar. Tiap alat pun memiliki kegunaannya masing-masing. Untuk lebih mengenal alat ukur vibrasi beserta cara kerjanya, simak penjelasan mengenai beberapa alat ukur di bawah ini.

Shock pulse meter

Alat pengukur vibrasi yang pertama adalah shock pulse meter. Shock pulse meter biasanya digunakan untuk memantau anti-friction bearing. Cara kerjanya adalah mengukur gelombang kejut pada benda yang muncul karena gaya tumbukan (impact). Instrumen ini mengukur intensitas dari gelombang kejut. Data tersebut kemudian digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada bearing.
Untuk dapat mendeteksi dan mengukur gelombang kejut pada benda, shock pulse meter dilengkapi dengan sebuah transduser piezoelektrik khusus yang memiliki frekuensi resonansi kurang lebih 32 KHz.

Osiloskop

Berikutnya ada osiloskop. Instrumen ukur elektronika ini digunakan untuk menerjemahkan getaran dari sinyal listrik menjadi sebuah proyeksi visual yang dapat dilihat dan dianalisis. Osiloskop dilengkapi sebuah tabung sinar katode yang terhubung dengan pemancar elektron. Dengan begitu, getaran pada mesin bisa dilihat dalam bentuk grafik.
Grafik gelombang tersebut mengindikasikan kondisi mesin. Gelombang yang terlihat rumit dan detail bisa mengindikasikan adanya misalignment di dalam susunan mesin. Tiap gangguan atau kerusakan memiliki bentuk grafik gelombang yang berbeda sehingga Anda bisa langsung mendeteksi kerusakan dengan mudah.

Seismograf

Anda tentu sudah familiar dengan alat pengukur vibrasi yang satu ini. Seismograf biasanya digunakan untuk mencatat getaran gempa bumi. Alat ukur ini tersusun dari stasioner, jarum, serta pita khusus. Pita terhubung dengan tanah sehingga dapat mendeteksi gelombang seismik yang muncul akibat gempa bumi. Saat ini ada dua jenis seismograf yang umum digunakan:

1. Seismograf horizontal

Seismograf horizontal digunakan untuk mencatat gelombang seismik dengan gerakan horizontal (mendatar). Saat terjadi gempa, rol pita pada alat akan bergerak mengikuti pergerakan tanah. Pada saat bersamaan, stasioner dan jarum diam. Dengan begitu, rol pita akan tergores jarum sesuai gerakan tanah.

2. Seismograf vertikal

Jika seismograf horizontal mencatat gelombang seismik dengan gerakan horizontal, maka seismograf vertikal mencatat gelombang seismik vertikal. Pada alat ini, stasioner ditahan sebuah pegas dan lengan. Ujung stasioner yang tajam ditempelkan pada rol pita yang bergerak mengikuti arah jarum jam. Dengan begitu, saat terjadi gempa, rol pita akan tergores jarum stasioner.

Vibration meter

Alat pengukur vibrasi yang berikutnya adalah vibration meter. Vibration meter bekerja dengan membaca dan mengukur getaran sebuah mesin. Alat ini tersusun dari sebuah kabel, probe, serta unit pembaca yang dapat menampilkan nilai getaran mesin. Selain komponen-komponen tersebut, vibration meter juga dilengkapi sebuah switch selector yang digunakan untuk memilih parameter getaran.
Cara kerja vibration meter adalah dengan membaca sinyal dari mesin. Sensor vibrasi yang berupa magnetic base ditempelkan pada mesin. Sensor kemudian mengirim data tersebut menuju unit pembaca melalui kabel. Unit pembaca selanjutnya akan menampilkan nilai getaran mesin. Dengan begitu, kerusakan pada mesin bisa langsung dideteksi.

Vibration analyzer

Terakhir ada vibration analyzer. Instrumen ini dapat mengukur amplitudo serta frekuensi dari getaran yang akan dianalisis. Kebanyakan mesin punya frekuensi getaran lebih dari satu, sehingga jika terdapat kerusakan bisa langsung segera ketahuan.
Vibration analyzer dilengkapi dengan sebuah meteran yang mampu membaca amplitudo getaran. Beberapa jenis vibration analyzer juga dilengkapi dengan pilihan skala untuk memudahkan penggunaan. Alat ukur yang satu ini dapat menyajikan informasi berkaitan dengan data spektrum getaran, yakni amplitudo terhadap frekuensi.

Semoga pembahasan mengenai alat pengukur vibrasi ini dapat membantu Anda untuk lebih mengenal tentang pengukuran vibrasi, terutama pengukuran vibrasi pada mesin. Butuh alat ukur vibrasi untuk mesin industri? V-MER Smart Vibration Analyzer jawabannya. Dengan automatic indication shaft misalignment, alat ini dapat mendeteksi gangguan pada mesin secara lebih cepat. Dapatkan segera hanya di Hyprowira!

3655x dilihat