Pelumas atau oli merupakan komponen penting dalam menjaga performa dan umur mesin, baik di sektor industri, otomotif, maupun alat berat. Namun, salah satu ancaman tersembunyi yang sering diabaikan adalah kontaminasi air dalam pelumas. Meski jumlahnya kecil, kehadiran air dapat menimbulkan berbagai kerusakan serius yang mengakibatkan kerugian besar jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Mengapa Air Bisa Masuk ke Pelumas?
Air bisa masuk ke dalam sistem pelumasan melalui berbagai cara, antara lain:
- Kondensasi (perubahan suhu cepat)
- Kebocoran seal atau gasket
- Proses pencucian atau lingkungan lembap
- Pendingin (coolant) yang bocor ke sistem pelumasan
Dampak berbahaya kontaminasi air pada pelumas:
1. Penurunan kemampuan untuk melumasi
• Adanya Air mengganggu film oil (lapisan pelumas) yang mengurangi fungsi sebagai pemisah antara permukaan logam.
• Gesekan meningkat → mempercepat keausan komponen.
• Viskositas pada oil menurun (semakin encer)
2. Korosi & karat
• Air + logam → reaksi oksidasi → timbulnya karat.
• Korosi memperpendek umur bearing, gear, dan komponen mesin lainnya.
3. Pembentukan sludge & emulsi
• Air bercampur dengan oli dapat membentuk sludge (lumpur) atau emulsi.
• Sludge menyumbat filter, saluran oli, dan mengganggu aliran pelumasan.
4. Kerusakan aditif
• Air bisa memecah atau mengganggu stabilitas aditif pelumas (misalnya antiwear, antioxidant, dispersant).
• Akibatnya performa pelumas menurun.
5. Kavitasi & foam
• Dengan banyaknya kandungan air dapat berubah menjadi uap di daerah tekanan tinggi → sehingga menyebabkan kavitasi.
• Air juga dapat menyebabkan pelumas berbusa (foaming), mengurangi efektivitas pelumasan.
6. Peningkatan keausan & kegagalan prematur
• Gabungan efek di atas menyebabkan keausan lebih cepat, potensi kerusakan mesin, downtime, dan biaya perbaikan yang lebih besar.
Kesimpulan:
Air adalah kontaminan berbahaya bagi pelumas — walaupun jumlahnya sedikit (misalnya < 0,1%).
• Dianjurkan rutin memonitor water content pada oli, misalnya pakai metode Karl Fischer.
• Lakukan perawatan preventif: periksa seal, hindari perubahan suhu drastis, dan gunakan breather.
Jika membutuhkan informasi lebih lengkap tentang artikel tersebut atau Karl Fischer, sila mengubungi PT Hyprowira Adhitama selaku distributor Mettler Toledo di Indonesia.