Polychlorinated Biphenyls (PCBs) merupakan senyawa kimia sintetis yang banyak digunakan di berbagai industri seperti pelumas dan minyak pada transformator. Meskipun penggunaannya sudah di larang sejak lama di berbagai negara, tetapi dampak negatif dari PCBs masih dapat dirasakan hingga saat ini karena sifatnya yang persisten dan sulit terurai. Oleh karena itu, proses remediasi atau pembersihan PCBs menjadi suatu tantangan besar dalam pengelolaan lingkungan. Berikut beberapa teknik remediasi yang dapat digunakan untuk mengatasi pencemaran PCBs di lingkungan.
1. Bioremediasi
Proses bioremediasi memanfaatkan keberadaan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur untuk memecah, mendegradasi, mengubah dan atau membuang kontaminasi terhadap suatu hal. Teknik bioremediasi dibagi menjadi 2 jenis yaitu biostimulasi dan bioaugmentasi. Biostimulasi adalah upaya penambahan nutrisi ke lingkungan yang tercemar untuk tujuan merangsang aktivitas mikroorganisme autokton. Sedangkan bioaugmentasi adalah penambahan kultur bakteri untuk mempercepat proses degradasi oleh mikroorganisme.
2. Fitoremediasi
Fitoremediasi merupakan teknik remediasi ramah lingkungan dengan menggunakan media tanaman untuk menyerap senyawa PCBs pada tanah atau air melalui akar dan menyimpannya pada bagian vegetatif. Remediasi dengan menggunakan teknik ini cenderung tidak memakan biaya yang besar serta memiliki sedikit atau bahkan tidak memberikan dampak destruktif terhadap kesuburan dan struktur tanah. Kekurangan dari teknik ini adalah memakan waktu yang cukup lama dan kurang efisien untuk di implementasikan pada lahan yang luas.
3. Dehalogenasi dengan bahan kimia
Teknik ini menggunakan bahan kimia untuk mengubah PCBs menjadi senyawa toksik tingkat rendah dengan cara substitusi klorin secara progresif. Bahan kimia yang dapat digunakan untuk proses remediasi ini antara lain Mg, Zn, larutan asam atau basa, reagen fenton dan logam bervalensi rendah (kulkarni, et al., 2008). Meskipun teknik ini dapat meremediasi PCBs lebih cepat daripada teknik biologis, namun teknik dehalogenasi ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap lingkungan karena penggunaan suhu yang tinggi dan kondisi asam serta alkali yang kuat.
4. Karbon aktif
Karbon aktif memiliki struktur sangat berpori sehingga dapat digunakan untuk menyerap senyawa organik ataupun anorganik berbahaya dengan cara adsorpsi. Adsorpsi adalah suatu proses dimana adsorbat akan tertarik ke dalam struktur permukaan suatu bahan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Hunters Point Shipyard San Francisco, terdapat penurunan kadar PCBs sebesar 73% dalam jangka waktu 60 bulan setelah dilakukannya penambahan karbon aktif ke dalam sedimen yang terkontaminasi PCBs (Choi, et al., 2009).
Baca juga: Analisis Ekonomi Dampak PCBs
Referensi:
Jing R, Fusi S dan Kjellerup BV. 2018. Remediation of Polychlorinated Biphenyls (PCBs) in Contaminated Soils and Sediment: State of Knowledge and Perspectives. Front. Environ. Sci. 6:79.
Kulkarni, P., Crespo, J., dan Afonso, C. (2008). Dioxins sources and current remediation technologies—a review. Environ. Int. 34, 139–153.
Choi, H., Al-Abed, S. R., dan Agarwal, S. (2009). Catalytic role of palladium and relative reactivity of substituted chlorines during adsorption and treatment of PCBs on reactive activated carbon. Environ. Sci. Technol. 43, 7510–7515.