Nama senyawa ini cukup sulit diucapkan, Polychlorinated Biphenyls. Pun, bukanlah sesuatu yang umum diketahui dan dibicarakan oleh masyarakat umum. Di antara kalangan akademisi, praktisi dan pengambil kebijakan yang familiar dengan senyawa ini, pengucapannya lebih disukai kependekkannya saja, yaitu PCB atau PCBs (bentuk jamak). Oleh karena itu, sering pula tercampur dengan Printed Circuit Board yang juga disingkat PCB. Apakah sebenarnya senyawa Polychlorinated Biphenyls ini?
KARAKTERISTIK FISIKA DAN KIMIA PCBs
Polychlorinated Biphenyls (yang selanjutnya di dalam tulisan ini disingkat sebagai PCBs) adalah senyawa aromatis (yaitu senyawa hidrokarbon yang strukturnya berbentuk siklik atau cincin) yang secara alami tidak terdapat di lingkungan (alam). Secara struktur kimia, PCBs terdiri dari gugus biphenyl atau bifenil (dua buah ikatan benzena) yang mengikat 10 atom khlorin atau cl-. Rumus kimia senyawa ini adalah C12H10-nCln, dengan jumlah n berkisar dari satu (1) hingga 10. Secara teoritis, rumus kimia tersebut memungkinkan membentuk 203 turunan senyawa PCBs atau biasa disebut sebagai congeners. Namun demikian, hanya 130 congeners yang telah teridentifikasi di dalam produk-produk komersial. PCBs yang diperjualbelikan secara komersial berwujud minyak yang berwarna bening hingga kuning pucat, atau berupa resin, serta tidak mengalami kritalisasi meskipun berada pada suhu yang rendah (WHO, 2000).
PCBs merupakan senyawa buatan (sintetis) yang diproduksi dengan cara menambahkan atau mereaksikan (reaksi adisi) atom-atom khlorin dengan gugus bifenil hingga persentase khlorin yang diharapkan tercapai (EPA, 2021). Senyawa PCBs diciptakan dengan satu tujuan, yaitu untuk mendapatkan senyawa yang memiliki flash point tinggi. Flash point adalah temperatur atau suhu dimana senyawa akan menguap dan menimbulkan api (terbakar) apabila terkena percikan api. Flash point senyawa PCBs berkisar antara 170o – 380o Celcius. Semakin tinggi persentasi khlorin yang ditambahkan pada gugus bifenil maka akan semakin tinggi pula flash pointnya. Karena flash point yang tinggi tersebut, PCBs dikatakan sebagai senyawa yang tahan api (fire resistent). PCBs juga memiliki konduktivitas listrik yang rendah, konduktvitas termal yang tinggi, serta sangat tahan terhadap degradasi termal (WHO, 2000).
SEJARAH PRODUKSI DAN PENGGUNAANNYA
Senyawa yang mirip dengan PCBs (“PCB-like”) pertama kali ditemukan pada tahun 1865 di dalam coal tar atau tar batu-bara, yaitu cairan hitam dan pekat hasil sampingan produksi batu-bara. Lebih dari sepuluh tahun kemudian pada tahun 1876 seorang ahli kimia berkebangsaan Jerman, Oscar Döbner, berhasil “menyempurnakan” senyawa PCB-like tersebut menjadi senyawa Polychlorinated Biphenyls. Namun demikian, produksi PCBs secara komersial dan masif baru dimulai pada tahun 1929 di Amerika Serikat, yang dipelopori oleh perusahaan Swann Chemical Company di kota Anniston.
Produksi komersial PCBs sangat terkait dengan karakteristik fisika-kimia yang dimiliki senyawa tersebut, yaitu flash point yang tinggi, konduktivitas listrik yang rendah, konduktivitas termal yang tinggi, serta stabil atau tidak mudah bereaksi dengan senyawa lain ataupun mengalami degradasi. Dengan karakteristik tersebut, PCBs menjadi minyak premium yang ditambahkan/dicampurkan kepada berbagai produk untuk meningkatkan daya tahan, kinerja ataupun masa pakai dari produk tersebut, bak pada apliksai terbuka maupun tertutup. Beberapa contoh penggunaan pada aplikasi terbuka adalah pada cat minyak, sealant dan kertas carbon copy. Penggunaan pada aplikasi tertutup adalah pada peralatan-perlatan listrik, seperti stop kontak, ballast lampu neon, bushing dan peralatan lain yang rentan terhadap panas. Penggunaan terbesar PCBs (lebih dari 60%) adalah sebagai aditif pada minyak dielektrik di dalam transformator dan kapasitor listrik (UNEP, 2002).
Dengan penambahan PCBs pada minyak dielektrik, resiko kebakaran pada transformator serta dampak ikutannya dapat ditekan bahkan dihilangkan. Selama lebih dari 40 tahun penggunaan minyak dielektrik PCBs telah menjadi prasyarat standar keamanan pada gedung dan bangunan yang memiliki resiko tinggi dimana resiko kebakaran dan ledakan menjadi perhatian yang utama (Monsanto, nd). Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika pada masanya transformator dan kapasitor yang diproduksi dengan menggunakan PCBs dipergunakan pada fasilitas-fasilitas publik seperti sekolah dan rumah sakit serta lokasi industri yang memerlukan perlindungan optimal dari resiko kebakaran alat, misalnya pada tambang bawah tanah, sistem jalur kereta api dan instalasi militer (Konvensi Basel, 2021). Berikut ini adalah beberapa merek transformator yang pernah diproduksi dengan menggunakan PCBs.

Namun demikian, tidak dapat digeneralisir bahwa semua transformator yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan di atas adalah mengandung PCBs. Tahun penggunaan PCBs pada merek-merek transformator di atas tentunya sangat terkait dengan periode produksi dan peredaran PCBs di dunia. PCB Elimination Network (PEN, 2016) mencatat bahwa PCBs setidaknya diproduksi oleh 13 perusahaan di seluruh dunia pada kurun waktu 1930 hingga 1993 dengan total produksi dunia mencapai lebih dari 1,3 juta ton dengan berbagai nama/merek dagang.

PEN mengkonfirmasi produksi pertama PCBs di Amerika Serikat pada tahun 1930 (sebagian sumber lain menyatakan pada tahun 1929) dengan total produksi mencapai 700.000 ton. Jumlah ini merupakan yang terbesar, yang produksi hingga tahun 1977 (termasuk yang diproduksi oleh Monsanto Inggris). Tahun produksi paling akhir yang tercatat adalah yang dilakukan oleh Uni Soviet pada tahun 1993. Uni Soviet memproduksi lebih dari 170.000 ton sejak tahun 1939. Informasi lengkap nama proudusen, negara asal, periode dan jumlah produksi PCBs dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Dengan membandingkan kedua tabel di atas, maka perhatian yang lebih serius perlu diberikan kepada transformator yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan yang terdapat pada Tabel 1, khususnya yang diproduksi pada kurun waktu yang tercantum pada Tabel 2.
Namun demikian sangat perlu memperhatikan peraturan terkait pelarangan PCBs pada tiap negara. Di Amerika Serikat misalnya, meskipun Monsanto telah menghentikan produksi PCBs pada tahun 1977 (Monsanto, nd) tapi pelarangan produksi dan penggunaan PCBs di negara tersebut baru dilakukan dua tahun setelahnya yaitu pada tahun 1979 (EPA, 2021).
Jika Anda membutuhkan Pengujian Laboratorium Kandungan PCBs di Minyak Trafo berdasarkan IEC 61619, sila klik: di sini.
REFERENSI
Environmental Protection Agency. 2021. https://www.epa.gov/pcbs/learn-about-polychlorinated-biphenyls-pcbs
Japan Offspring Fund. 2003. What are PCBs? http://tabemono.info/report/former/pcd/2/2_2/e_1.html
Konvensi Basel. 2021. Updated Technical Guidelines for the Environmentally Sound Management of Wastes Consisting of, containing o rcontaminated with Polychlorinated Biphenyls (PCBs), Polychlorinated Terphenyls (PCTs) or Polybrominated Biphenyls (PBBs). http://www.basel.int/Portals/4/Basel%20Convention/docs/pub/techguid/tg-PCBs.pdf
Monsanto. nd. https://www.toxicdocs.org/d/KRGjYJ9QzJyw90Z38enjNMBvX?lightbox=1
PCB Elimination Network. 2016. Polychlorinated Biphenyls (PCB) Inventory Guidance. PCB Elimination Network (PEN). https://wedocs.unep.org/bitstream/handle/20.500.11822/31250/PCBIG.pdf?sequence=1&isAllowed=y
United Nations Environmental Programme. 2002. PCB Transformers and Capacitors from Management to Reclassification and Disposal. Inter-Organization Programme for the Sound Management of Chemicals. http://chm.pops.int/Portals/0/download.aspx?d=UNEP-POPS-PCB-GUID-TRANSCAP.English.pdf
United Nations Environment Programme. 1999. Guidelines for the Identification of PBCs and Materials Containing PCBs. Inter-Organization Programme for the Sound Management of Chemicals. https://www.aber.ac.uk/en/media/departmental/healthsafetyenvironment/pcb_unep1.pdf
World Health Organization. 2000. Air quality guidelines for Europe: second edition. World Health Organization Regional Office for Europe. https://apps.who.int/iris/handle/10665/107335