Sejak tahun 1977 penggunaan PCBs pada transformator dan kapasitor sudah dihentikan. aturan ini diberlakukan karena PCBs termasuk ke dalam kategori senyawa POPs atau Persistent Organic Pollutants yang berbahaya bagi makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.
Meskipun penggunaannya sudah dilarang sejak lama, namun dampak dari keberadaan PCBs masih dapat dirasakan. Sifat persisten yang dimilikinya menyebabkan PCBs sulit terdegradasi dan dapat bertahan lama di lingkungan. PCBs dengan jumlah kecil dapat ditemukan di hampir semua udara (dalam ruangan dan luar ruangan), tanah, air, sedimen dan hewan. Udara dan makanan merupakan sumber utama paparan PCBs pada manusia.
Menurut Agency for Toxic Substances and Disease Registry, diketahui kadar paparan PCBs pada tubuh manusia berkurang, dari 1.9 nanogram menjadi kurang dari 0.7 nanogram. Namun angka paparan PCBs pada ikan masih cukup tinggi sehingga penyebaran PCBs melalui rantai makanan menjadi hal yang cukup mengkhawatirkan. Selain melalui rantai makanan, PCBs juga dapat masuk ke lingkungan melalui tumpahan atau kebocoran oli transformator serta teknologi pembuangan yang tidak tepat dan kurang efisien.
Referensi:
Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR). 2000. Public Health Statement for PCBs. Atlanta. Department of Health and Human Services, Public Health Service. Diakses pada 08 Oktober 2024 dari: https://wwwn.cdc.gov/TSP/PHS/PHS.aspx?phsid=139&toxid=26