Filter Plugging Tendency (FPT) adalah parameter penting dalam menilai kualitas bahan bakar diesel maupun biodiesel. FPT menunjukkan sejauh mana bahan bakar berpotensi menyumbat filter bahan bakar akibat terbentuknya kristal lilin (wax) atau partikel padat, terutama pada suhu rendah. Uji ini sangat penting karena filter tersumbat dapat menyebabkan mesin kehilangan tenaga, boros, atau bahkan mogok.
Mengapa Uji Filter Plugging Tendency Penting?
- Menjamin keandalan mesin → mencegah hambatan pasokan bahan bakar.
- Mengetahui sifat cold flow dari biodiesel yang biasanya lebih buruk dibanding solar fosil.
- Menentukan standar mutu agar biodiesel layak dipakai dalam iklim dan kondisi tertentu.
- Membantu formulasi bahan bakar dengan aditif cold flow improver atau campuran solar fosil.
Prinsip Dasar Uji
Pengujian Filter Plugging Tendency pada dasarnya mengukur suhu terendah di mana bahan bakar masih bisa melewati filter standar dalam waktu tertentu. Jika bahan bakar gagal melewati filter, berarti pada suhu tersebut terjadi risiko sumbatan.
Metode Uji yang Umum Digunakan
1. ASTM D6371 – Cold Filter Plugging Point (CFPP) Test
Metode paling sering dipakai untuk uji FPT.
- Sampel bahan bakar didinginkan secara terkontrol.
- Pada interval suhu tertentu, bahan bakar diuji apakah masih bisa mengalir melewati filter standar dalam waktu maksimal 60 detik.
- Suhu terendah di mana bahan bakar masih berhasil melewati filter dicatat sebagai CFPP.
2. IP 309 (Institute of Petroleum, Inggris)
Hampir mirip dengan ASTM D6371, dengan beberapa perbedaan kecil pada peralatan dan prosedur pendinginan.
3. Filter Blocking Tendency (FBT) Test – ASTM D2068
Berbeda dengan CFPP, metode ini lebih fokus mengukur tingkat penyumbatan filter akibat partikel padat pada tekanan tertentu. Hasilnya berupa indeks numerik yang menunjukkan tingkat plugging.
Alat yang Digunakan
• Cold Bath/Chiller → untuk mendinginkan sampel bahan bakar secara bertahap.
• Filter Standard → biasanya berupa mesh dengan ukuran tertentu sesuai standar uji.
• Pompa/Vakum → untuk menarik bahan bakar melewati filter.
• Timer → mencatat waktu yang dibutuhkan bahan bakar melewati filter.
• Termometer/Probe Digital → memantau suhu sampel secara akurat.
Tahapan Singkat Uji CFPP (ASTM D6371)
• Persiapan Sampel → masukkan biodiesel/solar ke dalam tabung uji.
• Pendinginan Bertahap → turunkan suhu sesuai laju pendinginan standar.
• Uji Filtrasi → pada interval tertentu (misalnya setiap 1 °C), coba sedot bahan bakar melewati filter.
• Pencatatan Hasil → suhu terakhir di mana bahan bakar masih bisa lewat ≤ 60 detik dicatat sebagai Cold Filter Plugging Point (CFPP).
Faktor yang Mempengaruhi Hasil
- Jenis bahan baku biodiesel (sawit, kedelai, kanola, dll.).
- Kadar campuran (B20, B30, B40, dll.).
- Kehadiran aditif cold flow improver.
- Kebersihan sampel dari air atau kontaminan.
Pengujian Filter Plugging Tendency adalah langkah penting dalam memastikan biodiesel dapat digunakan dengan aman di berbagai kondisi suhu. Dengan metode standar seperti ASTM D6371 (CFPP) atau ASTM D2068 (FBT), produsen dan pengguna bisa mengetahui potensi risiko penyumbatan filter sejak awal. Hasil uji ini juga membantu pemerintah dalam menetapkan standar mutu biodiesel di Indonesia agar tetap ramah lingkungan sekaligus andal untuk mesin.