Loading... 0%

Penyebab Oli Hidrolik Panas
Hidrolik

Penyebab Oli Hidrolik Panas

Ditulis Oleh: Hyprowira | Diterbitkan pada 18 May 2021 | Dimodifikasi terakhir pada 18 May 2021

Anda perlu mengetahui penyebab oli hidrolik panas agar dapat melakukan pencegahan dan pemeliharaan yang dibutuhkan. Oli sendiri merupakan sebuah bagian yang sangat penting terhadap kinerja mesin, sehingga penting untuk diperhatikan. Kinerja mesin yang maksimal bisa berlangsung dalam waktu yang lama apabila menggunakan oli yang berfungsi sebagai pelumas berbagai komponen yang ada di dalam mesin. Untuk mengetahui informasi lengkap tentang oli hidrolik dan penyebab oli hidrolik panas, mari simak artikel di bawah ini!

Pengertian Oli Hidrolik

Pertama-tama, penting bagi Anda untuk mengetahui apa itu oli hidrolik. Oli hidrolik adalah jenis oli yang mempunyai kekentalan dan klasifikasi seperti oli mesin. Bedanya, tingkat kekentalan oli hidrolik tidak disebut SAR atau lewat kode API Service. Agar lebih mengenal oli hidrolik, ada baiknya Anda mengetahui informasi tentang sifat-sifat yang dimiliki oleh jenis oli ini, di antaranya:

1. Oli hidrolik bersifat fluid (cair) atau mudah mengalir.
2. Bersifat incompressible, atau artinya tidak bisa dimampatkan.
3. Sifat fisika dan kimia yang stabil.
4. Dilengkapi dengan sifat untuk melumasi mesin.
5. Mencegah karat karena bersifat melindungi bagian mesin.
6. Mampu memisahkan kotoran.
 
Kerusakan yang terjadi pada oli hidrolik bisa disebabkan oleh dua faktor utama, yakni deteriorasi dan kontaminasi. Deteriorasi merupakan kerusakan oli yang penyebabnya berasal dari dalam oli. Sedangkan kontaminasi merupakan kerusakan yang diakibatkan oleh faktor-faktor di luar oli.
 
Anda tidak boleh mengabaikan atau menyepelekan masalah pada oli karena ketika bermasalah, mesin bisa mengalami gangguan karena oli memiliki pengaruh besar terhadap berbagai komponen yang ada di dalam mesin. Berbagai sifat oli hidrolik yang disebutkan di atas hanya bisa dimanfaatkan secara maksimal apabila oli tidak mengalami masalah, termasuk masalah oli hidrolik panas.
 
Baca juga: Keuntungan dan Kelemahan Sistem Hidrolik

Penyebab Oli Hidrolik Panas

Ada beberapa hal yang menyebabkan oli hidrolik panas, di antaranya:

1. Sistem Sirkulasi Pendingin

Salah satu penyebab oli hidrolik panas adalah sistem sirkulasi pendingin yang tidak bekerja dengan baik. Terjadinya penyumbatan dingin dan saluran kotor mengakibatkan efisiensi pendinginan menurun dan suhu minyak lebih tinggi.

2. Tekanan kerja sistem hidrolik

Oli hidrolik menjadi panas ketika tekanan kerja sistem hidrolik yang disesuaikan jauh lebih tinggi ketimbang kebutuhan aktualnya.

3. Ada komponen yang aus

Seperti roda gigi pompa, pompa piston, silinder motor, plat katup, lubang bor, dan plunger. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kebocoran internal dan jadi penyebab oli hidrolik panas.

4. Pemakaian beban tinggi

Pemakaian beban tinggi dalam kurun waktu yang lama dan suhu ruang yang terlalu tinggi juga dapat menjadi penyebab oli hidrolik panas.

5. Sirkulasi udara

Sistem hidrolik bisa tidak mempunyai aliran yang cukup untuk menghilangkan panas yang dihasilkan apabila tangki bahan bakar hidrolik terlalu kecil, sehingga membuat suhu minyak meningkat.

6. Kadar minyak hidrolik

Perbedaan kualitas dan viskositas serta perbedaan kadar minyak hidrolik dapat membuat indeks viskositas minyak hidrolik terlalu rendah atau terlalu tinggi.

7. Faktor-faktor lainnya

Berbagai faktor seperti polusi serius, lingkungan konstruksi yang buruk, dan masuknya minyak hidrolik terkontaminasi ke dalam celah pompa, motor dan katup dapat menaikkan gesekan, keausan, dan kebocoran yang menyebabkan suhu minyak tinggi.

8. filter plug

Oli hidrolik panas juga bisa disebabkan oleh filter plug yang menghasilkan resistansi minyak dan meningkatnya konsumsi energi.

Baca juga: Cara Membaca Hasil Analisa Oli

Cara Memelihara Oli Hidrolik

Supaya oli hidrolik tidak mudah panas dan bisa dipakai dalam waktu yang panjang, ada beberapa cara tepat pemeliharaan yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

1. Usahakan untuk menyimpan drum oli hidrolik di bawah atap.
2. Selalu bersihkan bagian atas drum sebelum membuka drum agar kotoran tidak masuk ke dalam oli ketika drum dibuka.
3. Pastikan Anda memakai jerigen atau wadah dan selang yang bersih.
4. Sebelum Anda memasukkan oli ke dalam reservoir, saring oli terlebih dahulu.
5. Jaga oli dari pencemaran yang bisa diakibatkan oleh pengembunan.
6. Pastikan bagian-bagian rangkaian tetap terpasang kuat dan sistem saringan tetap baik untuk mencegah pencemaran oli.
7. Sebelum rusak total, Anda harus menjadwalkan penggantian oli. 
 
Nah, itulah informasi tentang penyebab oli hidrolik panas dan berbagai informasi tambahan lainnya yang penting untuk Anda ketahui. Lakukanlah upaya pemeliharaan seperti yang disebutkan di atas agar oli hidrolik bisa dijaga dan tidak mudah panas, sehingga kinerja bisa maksimal. Anda juga bisa menggunakan athalon filters dari Hyprowira yang mempunyai resistensi tinggi terhadap tekanan sistem seperti aliran siklik dan pemuatan kotoran. Semoga informasi soal penyebab oli hidrolik panas di atas cukup bermanfaat!
 
Baca juga: Cara Kerja Pompa Hidrolik

32066x dilihat

Artikel Lain

maximum temperature of hydraulic oil
Apa Perbedaan antara Sistem Pneumatik dan Hidrolik?
Keuntungan dan Kelemahan Sistem Hidrolik
5 Jenis Pompa Hidrolik
21 August 2019
Begini Cara Kerja Pompa Hidrolik

Kami senang mendengar dari anda!

Hubungi kami melalui formulir dibawah :

Nama *
Perusahaan *
Email *
Nomor HP
Pesan *