Tidak banyak yang menyadari bahwa oli yang tampak bersih belum tentu bebas dari kontaminan. Padahal, partikel kecil yang tak kasat mata inilah yang dapat mempercepat keausan mesin dan menurunkan efisiensi kerja. Inilah pentingnya melakukan pemantauan kebersihan (cleanliness monitoring) oli secara rutin, guna memastikan oli benar-benar dalam kondisi optimal. Ada beberapa Metode yang digunakan untuk melakukan monitor pada tingkat kebersihan (cleanliness). Salah satu metodenya adalah dengan prinsip Filter Blockage menggunakan alat PCM 500.

Filter Blockage merupakan metode pengujian tingkat kebersihan semi kuantitatif berdasarkan teknologi filter, baik secara online maupun offline dalam wadah. Metode ini cocok digunakan untuk membersihkan tingkat kebersihan dalam sistem hidrolik.

PCM500 menggunakan teknologi penyumbatan mesh yang terbukti untuk melaporkan kode kebersihan yang akurat dan andal untuk sebagian besar jenis cairan, di semua jenis lingkungan. Metode ini tidak dipengaruhi oleh kondisi sampel yang berwana gelap dan sampel dengan kadar air yang tinggi. Untuk satu kali pengujian, alat ini membutuhkan volume sampel minimal 700mL dengan perkiraan waktu analisis 7 menit per sampel. Dengan hasil Analisis yang di dapatkan adalah : Tingkat kebersihan (ISO 4406, NAS 1638, SAE AS 4059), Kadar Air (% Saturasi), Viskositas (pada saat sampel masuk ke alat).
Penentuan tingkat kebersihan pelumas dan bahan bakar dengan kondisi sampel yang memiliki kontaminasi water tinggi dan warna sampel yang gelap dapat dilakukan dengan menggunakan metode PCM berdasarkan teknik filter blockage berdasarkan ISO 21018-3.
PCM500 dapat dipasang secara permanen untuk memantau aplikasi penting (termasuk fasilitas pengujian komponen) atau digunakan sebagai perangkat portabel untuk pemantauan kondisi rutin berbagai sistem fluida.
Referensi :
ISO 21018-3:08 (Hydraulic fluid power-Monitoring the level of particulate contamination of the fluid- Part 3. Use of the filter blockage technique)