Sekilas, cara kerja vacuum cleaner terlihat gampang. Hanya menyedot debu dan kotoran yang ada di lantai, mengumpulkannya di dalam, lalu dibersihkan ketika proses vacuum telah selesai. Tak hanya di rumah, cara menggunakan vacuum cleaner pun sangat luas digunakan untuk pembersihan area ruangan sektor industri, misalnya saja rumah sakit, bandara, dan pastinya hotel. Meski kelihatannya mudah, ada banyak komponen yang dibutuhkan vacuum cleaner untuk mengisap debu. Apa saja?
Komponen dalam sebuah vacuum cleaner
Cara kerja vacuum cleaner tentu saja bergantung pada komponen-komponen yang disematkan di dalamnya. Alat ini biasa dipakai untuk membersihkan karpet, lantai, gorden, hingga permukaan sofa. Kemampuannya dalam menyedot debu dan membersihkan sangat efektif membantu para cleaning service di berbagai industri. Vacuum cleaner akan menjamin benda-benda di sekitar Anda lebih bersih dan higienis. Secara umum, vacuum cleaner konvensional terdiri dari beberapa komponen utama sebagai berikut:
1. Intake port – komponen pada vacuum cleaner yang berfungsi untuk mengisap debu atau sebagai saluran masuk debu.
2. Exhaust port – berfungsi sebagai saluran keluar udara hasil isapan debu yang sebelumnya sudah disaring oleh filter.
Motor listrik – bagian vacuum cleaner yang berfungsi sebagai penggerak utama mesin untuk ikut menggerakkan fan.
3. Kipas – bagian yang juga sering disebut sebagai fan ini memiliki fungsi untuk menghasilkan isapan atau udara vacuum yang digunakan untuk menyedot debu dan kotoran melalui intake port.
4. Filter – bagian yang berfungsi untuk menyaring atau memisahkan antara debu dengan udara sebelum udara dikeluarkan melalui exhaust port.
5. Wadah penyimpan debu – wadah yang berguna untuk menyimpan debu atau kotoran dari filter.
Cara kerja vacuum cleaner
Prinsip kerja vacuum cleaner adalah proses isap dan buang dengan menerapkan sejumlah konsep fisika untuk membersihkan kotoran secara efektif. Bagian kipas atau fan akan menghasilkan udara vakum untuk mengisap debu melalui saluran masuk, kemudian disaring dan debu yang tersaring terkumpul di dalam wadah penyimpanan. Selanjutnya, debu dan kotoran ini pun dibuang keluar dari vacuum. Secara teknis, cara kerja vacuum cleaner adalah sebagai berikut:
1. Saat kabel mesin dihubungkan ke sumber listrik, maka arus listrik dari sumber akan menghidupkan motor penggerak yang ditempatkan di dalam mesin.
2. Motor penggerak terhubung dengan kipas yang bilahnya miring seperti baling-baling pada pesawat terbang. Ketika motor mulai bergerak, maka kipas ini pun turut berputar.
3. Putaran baling-baling kipas menghasilkan udara bertekanan menuju port pembuangan. Ketika partikel udara didorong ke depan, maka kepadatan partikel dan tekanan udara meningkat di depan dan menurun di bagian belakang kipas. Penurunan ini menyebabkan objek atau debu yang berada di bagian belakang terisap karena perbedaan tekanan udara di dalam vacuum cleaner.
4. Partikel udara yang terisap dan bercampur dengan debu akan disalurkan melalui bagian dalam vacuum cleaner menuju penyaring udara (filter) sebelum menuju saluran ke arah luar.
5. Partikel debu akan tersaring pada filter dan dikumpulkan pada wadah penampung debu. Sementara itu, udara tetap melewati filter dan menuju saluran keluar.
Jadi, begitulah proses bagaimana debu dari luar vacuum cleaner bisa terisap ke dalam dan tetap berada di wadah sampai Anda membuangnya keluar. Meski sekarang ini ada berbagai macam model mesin vacuum cleaner, hal tersebut tidak akan mengubah prinsip dasarnya. Semoga informasi mengenai cara kerja vacuum cleaner ini dapat bermanfaat untuk Anda.