Akan repot sekali rasanya jika mesin pabrik yang biasa Anda gunakan untuk produksi tiba-tiba mengalami masalah dan kegagalan fungsi. Selain menghambat proses produksi, perbaikan mesin yang bermasalah sudah pasti memakan biaya yang besar. Hal ini akan mendatangkan kerugian pada finansial maupun operasional. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan perawatan (maintenance) berkala pada mesin pabrik, terutama mesin yang bergantung pada kerja poros penggerak. Salah satunya adalah dengan alignment mesin.
Apa Itu Alignment Mesin?
Alignment mesin adalah proses menyejajarkan atau menyelaraskan dua sumbu poros sehingga simetris antara poros penggerak dan sumbu poros yang digerakkan dengan dua tumpuan bisa saling berkaitan. Meski disebut sebagai proses menyejajarkan dua sumbu poros, pada kenyataannya dua sumbu poros mesin tidak bisa memiliki tingkat akurasi lurus 100%. Ada toleransi kurang dari 0,05 mm untuk kelurusan dua sumbu poros mesin.
Alignment masuk ke dalam perawatan atau pemeliharaan wajib bagi mesin untuk menjaga keandalan dan usianya. Proses ini bisa dilakukan secara berkala demi menjamin poros mesin berotasi pada tiap sumbu yang pas. Jangan sampai Anda lalai melakukan pemeliharaan mesin dengan melupakan proses alignment karena ini akan membahayakan kinerja mesin serta proses produksi Anda.
Mengapa Butuh Melakukan Alignment Mesin?
Bayangkan bagaimana jadinya jika ada dua sumbu poros yang saling berputar pada satu sama lain, namun kedua sumbu poros tersebut tidak sejajar. Pastinya akan tercipta gesekan dan getaran yang akan merusak mesin itu sendiri. Jika gesekan dan getaran ini semakin sering terjadi, maka bukan tidak mungkin usia mesin jadi lebih pendek. Karat pun akan lebih cepat muncul pada mesin yang berputar tidak pas antara sumbu-sumbunya.
Keuntungan melakukan proses alignment pada mesin pabrik antara lain adalah:
- Mesin yang rutin di-alignment akan lebih andal sehingga dapat beroperasi sesuai dengan target usia yang diinginkan.
- Menekan biaya pemeliharaan karena tidak ada kerusakan dini yang mengakibatkan kehilangan produksi dan ongkos perbaikan spare part.
- Mencapai biaya produksi sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk kerusakan tak terduga dari mesin.
- Alignment mengurangi beban axial dan radial yang berlebih pada bearing untuk mendapatkan umur bearing yang lebih panjang.
- Mengurangi kemungkinan poros patah akibat kelelahan cyclic.
- Mengurangi keausan pada komponen kopling.
- Menghemat penggunaan tenaga hingga 5%.
- Menciptakan level vibrasi yang lebih rendah pada casing mesin, rumah bearing, dan rotor.
- Mengurangi bend poros dari titik transmisi tenaga pada kopling ke bearing.
- Mengurangi rotor internal clearance yang sesuai.
Bagaimana Cara Melakukan Alignment Mesin Pabrik?
Berdasarkan peralatan kerja yang dipakai, ada empat macam metode alignment. Pertama, ada metode penggaris yang merupakan cara paling sederhana dan paling lama digunakan. Caranya dengan menggunakan penggaris untuk menyejajarkan poros dengan diameter yang sama. Kedua, ada metode dial indicator yang dilakukan dengan memutar satu poros atau kedua poros secara bersamaan.
Ketiga, ada metode laser alignment, yaitu dengan menggunakan sinar laser inframerah untuk menyejajarkan poros agar simetris, sekaligus menguji tingkat kesimetrisan suatu objek. Keempat, ada metode level precision yang digunakan untuk menyesuaikan level kerataan dengan hasil keakuratan yang lebih maksimal.
Untuk mendapatkan hasil alignment mesin yang akurat dan sempurna, sudah pasti Anda harus memilih metode yang tepat. Saat ini, metode laser shaft alignment yang menggunakan sinar inframerah untuk menyejajarkan dua poros mesin dianggap paling akurat dan paling cepat. Dua poros bisa langsung simetris dan Anda bisa menguji kesimetrisannya. Dapatkan laser shaft alignment di Hyprowira!