Dalam upaya mendorong pembangunan berkelanjutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia telah menjalankan program PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup). Peringkat tertinggi dalam program ini adalah emas dan hijau, di mana peringkat hijau diberikan kepada perusahaan yang telah melampaui kepatuhan minimum terhadap peraturan lingkungan, serta menunjukkan inisiatif inovatif dalam pengelolaan sumber daya alam dan pengurangan pencemaran.
Salah satu pendekatan teknologi yang dapat mendukung pencapaian peringkat hijau dalam PROPER adalah penerapan Electrical Signature Analysis (ESA) dalam kegiatan operasional perusahaan.
Apa Itu Electrical Signature Analysis (ESA)?
Electrical Signature Analysis adalah metode kondisi monitoring non-invasif yang digunakan untuk mendeteksi kondisi motor listrik dan sistem elektro-mekanis lainnya melalui sinyal listrik seperti arus dan tegangan. Electrical Signature Analysis memungkinkan deteksi dini terhadap gangguan pada peralatan industri seperti motor induksi, pompa, kompresor, dan gearbox, tanpa harus membongkar peralatan.
Kaitannya Electrical Signature Analysis dengan Peringkat Hijau PROPER
Penerapan Electrical Signature Analysis memiliki kontribusi nyata terhadap kriteria penilaian PROPER, terutama dalam hal efisiensi energi, pengurangan emisi, dan praktik inovatif yang ramah lingkungan. Berikut adalah beberapa kaitannya:
1. Efisiensi Energi
Electrical Signature Analysis membantu perusahaan mengidentifikasi peralatan yang boros energi akibat kerusakan tersembunyi seperti ketidakseimbangan fasa, harmonisa, atau kerusakan mekanis. Dengan perbaikan yang tepat sasaran, perusahaan dapat menurunkan konsumsi listrik, yang berdampak langsung pada penurunan jejak karbon.
2. Pemeliharaan Prediktif yang Minim Limbah
Dibandingkan metode pemeliharaan reaktif, Electrical Signature Analysis memungkinkan pemeliharaan dilakukan hanya saat dibutuhkan, mengurangi limbah pelumas, suku cadang, dan bahan berbahaya lainnya. Ini sesuai dengan prinsip reduce-reuse-recycle yang sangat diapresiasi dalam PROPER.
3. Inovasi dalam Pengelolaan Lingkungan
Penggunaan Electrical Signature Analysis dapat masuk dalam kategori inisiatif beyond compliance dalam PROPER karena teknologinya tidak diwajibkan oleh regulasi, namun membawa dampak positif terhadap lingkungan dan efisiensi proses industri.
4. Pengurangan Risiko Gangguan Operasional
Gangguan produksi akibat kerusakan mesin bisa berdampak pada limpahan limbah, emisi tak terkontrol, dan efisiensi rendah. Electrical Signature Analysis membantu mencegah hal ini dengan monitoring berkelanjutan, sehingga operasional lebih stabil dan ramah lingkungan.
Contoh Studi Kasus
Sebuah perusahaan pengolahan kelapa sawit menerapkan ESA pada motor-motor penggerak screw press dan pompa. Hasil Electrical Signature Analysis menunjukkan adanya indikasi bearing rusak dan beban tidak seimbang. Dengan perbaikan tepat waktu, perusahaan berhasil menurunkan konsumsi listrik hingga 8% dan mengurangi downtime sebesar 60% dalam satu tahun. Ini menjadi nilai tambah dalam pelaporan PROPER, terutama dalam kategori efisiensi dan inovasi.
Electrical Signature Analysis bukan hanya alat teknis untuk pemeliharaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mencapai keberlanjutan lingkungan. Dengan dokumentasi yang baik, hasil penerapan ESA dapat menjadi salah satu bukti nyata dalam upaya beyond compliance yang dibutuhkan untuk memperoleh peringkat hijau dalam PROPER. Melalui pendekatan cerdas dan berbasis teknologi seperti ini, perusahaan tidak hanya meningkatkan efisiensi dan keandalan operasional, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Saat ini PT Hyprowira Adhitama adalah penyedia Electrical Signature Analysis di Indonesia, sekaligus menjadi distributor Enging di Indonesia.