Bagaimana Cara Kalibrasi pH Meter?
Artikel

Bagaimana Cara Kalibrasi pH Meter?

Ditulis Oleh: Hyprowira | Diterbitkan pada 16 September 2019 | Dimodifikasi terakhir pada 16 December 2019

Untuk mengukur tingkat keasaman suatu larutan, maka Anda dapat menggunakan pH meter sebagai jawabannya Bukan hanya akurat, pH meter juga lebih praktis dibandingkan dengan cara lain seperti titrasi. Agar pH meter Anda dapat memberikan hasil yang akurat, perlu dilakukan kalibrasi. Berikut cara kalibrasi pH meter yang mudah dan tidak membutuhkan biaya besar.

 

Peralatan yang Dibutuhkan

Ada beberapa cara kalibrasi pH meter. Untuk cara yang termudah Anda bisa melakukan kalibrasi pH meter dengan metode buffer. Metode buffer ini memanfaatkan larutan standar buffer sebagai instrumen kalibrasi utama. Agar kalibrasi maksimal, gunakanlah beberapa larutan buffer dengan rentang nilai yang mencakup nilai pengukuran sampel. Katakanlah Anda mengukur sampel pada pH 5 maka gunakanlah buffer pH 4 dan 7.

Laboratorium Hyprowira Adhitama tidak hanya menyediakan berbagai tipe alat pH meter, namun menyediakan pula buffer pH untuk kalibrasi dengan berbagai macam range pH, dari yang rendah hingga yang tinggi. Buffer pH yang kami gunakan adalah buffer pH 25° C, karena biasanya sampel yang kita analisa berada pada suhu ruang (25° C). Sehingga hasil yang didapat akan lebih akurat. pH meter brand Mettler Toledo sudah memiliki setting suhu otomatis sehingga alat akan menyesuaikan suhu buffer yang digunakan.

Selain larutan buffer, Anda juga perlu menyiapkan air suling atau air aki. Gunanya adalah sebagai campuran buffer. Air suling juga digunakan untuk membilas elektroda pH meter setelah direndam dalam larutan buffer. Siapkan juga beberapa gelas untuk menampung larutan buffer (Anda bisa menggunakan beaker atau gelas ukur). Setelah peralatan tersebut lengkap, Anda bisa langsung melakukan kalibrasi pH meter.

 

Cara Kalibrasi pH Meter dengan Larutan Buffer

 

Tahap Persiapan

Pertama, siapkan 250 ml air suling dalam gelas. Siapkan sesuai jumlah buffer yang dipakai. Jika Anda menggunakan dua jenis buffer maka siapkanlah dua gelas air suling. Jangan lupa juga untuk menyiapkan air suling untuk membilas.

Kedua, tambahkan larutan buffer pada salah satu gelas. Ingat, satu gelas air suling untuk satu jenis buffer, jangan mencampur dua jenis sekaligus. Aduk dengan sendok atau batang pengaduk hingga buffer larut dalam air.

Setelah menyiapkan larutan buffer, bersihkan pH meter Anda. Buka cover pelindung dan bersihkan elektroda sensor dengan air suling. Angkat dan kemudian keringkan dengan tisu atau kain bersih.

 

Tahap Kalibrasi

Hidupkan pH meter Anda. Rendam elektroda sensor dalam gelas yang telah berisi larutan air dan buffer. Diamkan selama beberapa saat. Amati apakah indikator digital menunjukkan angka yang tepat. Misalnya Anda menggunakan Potassium Hydrogen Phthalate dengan nilai pH 4.00, maka indikator digital pH meter harusnya juga menunjukkan nilai 4.00.

Apabila angka pada indikator digital tidak menunjukkan nilai yang seharusnya. Anda bisa “memperbaikinya”. Caranya adalah dengan memanfaatkan obeng kecil. Putar searah jarum jam (atau berlawanan) hingga indikator digital menunjukkan angka yang sesuai. Dengan begitu, pH meter Anda telah terkalibrasi dan dapat memberikan pengukuran yang akurat.

 

Mengapa Harus Melakukan Kalibrasi pH Meter?

Mengingat peran pH meter yang sangat krusial, kalibrasi pH meter harus dilakukan secara rutin. Salah satunya adalah sebagai alat kontrol bahan baku maupun bahan antara. Apabila pH meter yang Anda miliki tidak dapat menunjukkan nilai yang akurat maka bukan tidak mungkin lagi karakteristik bahan akan berubah. Untuk memastikan hasil kalibrasi yang akurat, sebaiknya kalibrasi pH meter dilakukan oleh personil yang kompeten.

Laboratorium Hyprowira Adhitama menyediakan jasa kalibrasi untuk alat pH meter Mettler Toledo. Dimana kalibrasinya mencakup pengecekan sensor alat dan keseluruhan unit (komponen kelistrikan). Sehingga kita dapat memastikan alat bekerja dengan optimal dan mendapatkan hasil yang akurat.

Selain itu, kalibrasi pH meter ternyata juga bisa membantu kelestarian lingkungan. Dengan rutin melakukan kalibrasi maka kadar pH limbah produksi dapat diukur secara akurat sebelum dibuang.  Kadar pH yang tertera pada pH meter akan membantu Anda menentukan prosedur mana yang tepat untuk mengolah limbah tersebut.

Masih ada banyak manfaat yang bisa didapat dari kalibrasi pH meter, seperti melindungi alat produksi hingga efisiensi produksi. Untuk itu, sebaiknya Anda rutin melakukan langkah perawatan ini. Terlebih cara kalibrasi pH meter pun praktis dan tidak memerlukan biaya besar.

 

Jenis-Jenis pH Meter

Jika saat ini berpikir kalau alat pengukur pH ini hanya ada satu jenis saja, tentu saja itu adalah pemikiran yang salah. Ada cukup banyak jenis dari pH meter itu sendiri. Kali ini, ada enam pH meter yang sudah sering digunakan setiap harinya di dalam industri. Jenis pH meter yang ada di daftar ini sendiri dikategorikan berdasarkan dari objek yang ingin dilakukan kalibrasi pH meter Apa saja jenis pH meter yang ada dan bisa Anda gunakan?

 

pH Meter Tanah

Ya, pH meter ada yang digunakan untuk mengukur pH meter tanah. Biasanya penggunaan pH meter tanah ini digunakan untuk pertanian. Alat ini memiliki logam besi yang ada di bagian ujung detektornya untuk digunakan sebagai bagian utama dalam membaca pH. 

 

pH Meter Kesuburan Tanah

pH meter kesuburan tanah digunakan sesuai namanya, yaitu mengecek apakah tanah tersebut subur atau tidak. Tidak hanya pH tanah saja yang diukur, tapi juga kelembaban dan kadar air di dalam tanah tersebut. Namun karena jarang dikembangkan, pH meter kesuburan tanah masih berbentuk analog sehingga perlu sering dilakukan kalibrasi agar hasilnya tepat.

 

pH Meter 3 in 1

pH meter 3 in 1 memang beda dibandingkan produk ph meter lainnya yang ada di daftar ini. Kegunaannya bisa untuk mengukur pH, kelembaban, hingga kadar cahaya.

 

pH Meter Air Kecil

pH meter air kecil adalah pH meter air yang berbentuk lebih kecil dan bisa dibawa dengan mudah. Biasanya pH meter air kecil ini sering digunakan untuk mengukur kadar pH di air dalam gelas. Maka dari itu diberikan nama pH meter air kecil.

 

pH Meter Air Besar

Selain pH meter air kecil, tentu saja ada pH meter air besar. Untuk pH meter jenis ini, biasanya digunakan untuk mengukur pH air di lingkungan luar, seperti air hujan, hingga mata air.

 

pH Meter Laboratorium

Sesuai namanya, pH meter laboratorium digunakan untuk mengukur pH meter dari air beserta konduktivitasnya. Jika ada yang belum tahu apa itu konduktivitas, ini adalah kemampuan air di dalam menghantarkan listrik. Pada dasarnya, semua air memiliki nilai konduktivitas walau sangat kecil.

 

Kesalahan Kalibrasi yang Sering Terjadi saat Pengukuran

Sayangnya, di dalam kalibrasi pH meter itu sendiri, ada saja kesalahan pengukuran yang bisa terjadi. Kesalahan ini pun terjadi karena berbagai macam faktor, dari segi personal yang mengukur, kecacatan alat yang digunakan, hingga kesalahan kalibrasi. Apa itu kesalahan kalibrasi?

Kesalahan kalibrasi adalah kesalahan yang diakibatkan oleh tidak tepatnya pemberian nilai skala ketika sedang membuat atau melakukan kalibrasi (standarisasi). Dengan kesalahan ini, maka bisa muncul kesalahan dalam membaca hasil pengukuran, bisa menjadi lebih besar atau lebih kecil daripada yang seharusnya. Selain kesalahan kalibrasi yang termasuk di dalam bagian kesalahan sistematik, ada juga dua kesalahan utama lainnya yaitu kesalahan umum dan kesalahan acak.

Masing-masing faktor dari kesalahan pengukuran ini memiliki perbedaan yang mencolok dan mudah untuk ditentukan penyebutannya. Untuk mengenal lebih dalam tentang hal ini, berikut tiga kesalahan pengukuran yang sering dilakukan oleh banyak orang.

 

Kesalahan Umum

Kesalahan pertama yang menjadi bagian dari kesalahan kalibrasi adalah kesalahan umum. Pada dasarnya, kesalahan umum adalah kesalahan yang terjadi karena adanya keterbatasan dari faktor manusianya saat melakukan pengukuran.

Untuk penjelasan yang lebih lengkap, kesalahan umum terjadi karena kesalahan dalam membaca skala kecil dan kurangnya keterampilan saat menggunakan alat ukur tersebut. Dengan kondisi, bisa dibilang kesalahan umum menjadi kesalahan yang paling sering dilakukan saat melakukan pengukuran. Untuk memperbaiki kesalahan ini, maka manusianya yang sedang melakukan pengukuran tersebut harus lebih teliti dibandingkan sebelumnya. Dari cara menggunakan alat, melihat ukuran alat, hingga melihat hasil pengukuran lewat alat.

 

Kesalahan Acak

Kesalahan acak adalah kesalahan yang muncul karena terciptanya fluktuasi-fluktuasi halus saat sedang melakukan pengukuran. Fluktuasi-fluktuasi halus yang dimaksud di sini terdiri dari beberapa sebab seperti fluktuasi tegangan listrik, landasan saat sedang melakukan pengukuran yang malah bergetar, bising, hingga radiasi, dan adanya gerak brown molekul udara.

Sesuai namanya, kesalahan acak memang tidak selamanya bisa timbul secara konsisten. Hanya dalam beberapa waktu saja kesalahan ini akan muncul, dan termasuk kesalahan yang jarang timbul, dibandingkan dengan faktor kesalahan lainnya. Namun tetap saja menjadi kesalahan yang cukup mengganggu karena pastinya membuat pengukuran menjadi tidak tepat. Agar tidak terkena kesalahan acak, sebaiknya perhatikan betul proses pengukuran, tidak hanya dari segi alat yang digunakan saja, tetapi juga lingkungan sekitar, karena itu sangat mempengaruhi proses pengukuran dan hasil pengukuran itu sendiri.

 

Kesalahan Kalibrasi

Sesuai dengan yang sudah disinggung di atas, kesalahan kalibrasi adalah kesalahan yang diakibatkan oleh tidak tepatnya pemberian nilai skala ketika sedang membuat atau melakukan kalibrasi (standarisasi). Pada dasarnya, kesalahan kalibrasi termasuk di dalam sebuah jenis kesalahan tersendiri yaitu kesalahan sistematik.

Kesalahan sistematik sendiri adalah kesalahan yang muncul karena alat yang digunakan tidaklah menunjang. Selain itu, lingkungan di sekitar alat yang sedang digunakan juga bisa menghasilkan kesalahan sistematik. Ada berbagai jenis kesalahan sistematik, seperti kesalahan komponen alat, kesalahan titik nol, kerusakan alat, kesalahan paralaks, kelembaban, perubahan suhu yang ekstrim, hingga kesalahan kalibrasi juga.

Namun tenang saja. Kesalahan kalibrasi tetap bisa diatasi. Untuk mengatasi kesalahan ini, alat tersebut tinggal diatur ulang sesuai standar (kalibrasi) agar bisa dipakai dengan normal, serta hasil pengukurannya bisa menjadi tepat. Dengan daftar kesalahan kalibrasi yang sering dilakukan selama ini, Anda jadinya sudah tahu bagaimana caranya menghindari kesalahan tersebut.

 

Itulah penjelasan tentang bagaimana cara kalibrasi pH meter beserta informasi pendukung lainnya seperti alasan mengapa harus melakukan kalibrasi, jenis-jenis pH meter, hingga kesalahan yang sering terjadi saat sedang melakukan kalibrasi. Dengan informasi yang lengkap tentang kalibrasi pH meter, semoga informasi ini bisa berguna untuk Anda sehingga Anda bisa mendapatkan cara-cara terbaik dan bermanfaat ketika ingin melakukan kalibrasi pH meter.

3468x dilihat